Senin, 15 Oktober 2018 | 16:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Mahfud MD pantas cawapres dampingi Jokowi

Rabu, 08 Agustus 2018 - 22:37 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2LXjKFr
Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2LXjKFr

Elshinta.com - Banyak pihak meragukan Ke-NU-An mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD setelah namanya menguat menjadi cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, sebagian pengurus, termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut Mahfud bukan kader NU karena tak pernah menjabat dan berkiprah dalam struktural NU.

KH Afifuddin Muhajir, Wakil Pengasuh Ponpes Salatiga Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur, kurang sreg dengan anggapan ini. Menurutnya, orang disebut kader NU bukanlah semata-mata yang pernah ikut kaderisasi formal dan pernah menjabat di struktural NU.

Kader NU menurut Kiai Afif, adalah semua orang Islam yang pernah bersentuhan dengan pondok pesantren NU. “Orang yang yang pernah mengeyam pendidikan atau nyantri dan pernah ngaji di pondok pesantren NU. Orang yang takdzim kepada NU itu ya kader NU,” kata Kiai Afif saat berbincang, Rabu (8/8).

Artinya, lanjut Kiai Afif, untuk disebut kader NU, orang tidak harus atau tidak wajib melalui pendidikan atau kaderisasi yang dilakukan secara formal kelembagaan. “Kalau yang dimaksudkan kader NU itu orang yang pernah ikut kaderisasi formal dalam kelembagaan NU, maka orang seperti saya bukan kader NU. Saya tidak masuk karena tidak pernah ikut. Tetapi saya kan mulai kecil hidup di lingkungan Ponpes NU dan nahdliyin,” terang dia.

Apalagi anggapan bahwa kader NU, harus pernah menjadi pengurus. Menurutnya ini salah besar. “Sebab nahdliyin ini jauh lebih banyak daripada pengurus NU kan,” ingatnya.

Karenanya, lewat rekam jejak Mahfud, Kiai Afif yakin seratus persen bahwa mantan hakim MK ini adalah kader NU tulen. Apalagi setelah diangkat menjadi Menteri era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ke-NU-an Mahfud semakin tak diragukan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 15 Oktober 2018 - 16:40 WIB

Bagaimana caranya menambah pelanggan baru? 

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 16:38 WIB

PMI bangun Klinik Lapangan di lokasi gempa dan tsunami Sulteng

Elshinta.com - Banyak pihak meragukan Ke-NU-An mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD setelah namanya menguat menjadi cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, sebagian pengurus, termasuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut Mahfud bukan kader NU karena tak pernah menjabat dan berkiprah dalam struktural NU.

KH Afifuddin Muhajir, Wakil Pengasuh Ponpes Salatiga Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur, kurang sreg dengan anggapan ini. Menurutnya, orang disebut kader NU bukanlah semata-mata yang pernah ikut kaderisasi formal dan pernah menjabat di struktural NU.

Kader NU menurut Kiai Afif, adalah semua orang Islam yang pernah bersentuhan dengan pondok pesantren NU. “Orang yang yang pernah mengeyam pendidikan atau nyantri dan pernah ngaji di pondok pesantren NU. Orang yang takdzim kepada NU itu ya kader NU,” kata Kiai Afif saat berbincang, Rabu (8/8).

Artinya, lanjut Kiai Afif, untuk disebut kader NU, orang tidak harus atau tidak wajib melalui pendidikan atau kaderisasi yang dilakukan secara formal kelembagaan. “Kalau yang dimaksudkan kader NU itu orang yang pernah ikut kaderisasi formal dalam kelembagaan NU, maka orang seperti saya bukan kader NU. Saya tidak masuk karena tidak pernah ikut. Tetapi saya kan mulai kecil hidup di lingkungan Ponpes NU dan nahdliyin,” terang dia.

Apalagi anggapan bahwa kader NU, harus pernah menjadi pengurus. Menurutnya ini salah besar. “Sebab nahdliyin ini jauh lebih banyak daripada pengurus NU kan,” ingatnya.

Karenanya, lewat rekam jejak Mahfud, Kiai Afif yakin seratus persen bahwa mantan hakim MK ini adalah kader NU tulen. Apalagi setelah diangkat menjadi Menteri era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ke-NU-an Mahfud semakin tak diragukan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com