Jumat, 14 Desember 2018 | 00:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pagi ini, Prabowo akan temui SBY

Kamis, 09 Agustus 2018 - 06:13 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Sumber Foto: https://bit.ly/2vrqPE0
Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Sumber Foto: https://bit.ly/2vrqPE0

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/8) pagi, untuk meluruskan persoalan yang mengemuka terkait koalisi.

"Kamis pagi Pak Prabowo akan ke sini," ujar Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan di kediaman SBY, seperti dikutip Antara.

Hinca mengatakan, komunikasi partainya dengan Gerindra terus berjalan. Dia meminta semua pihak menunggu keputusan kedua ketua umum.

Sebelumnya, koalisi Demokrat dan Gerindra disebut-sebut mengalami perpecahan. Politikus Demokrat Andi Arief menyebut Partai Gerindra melakukan politik transaksional tanpa sepengetahuan Demokrat.

Andi Arief mengatakan bahwa apa yang dikatakannya benar. Dia juga menekankan pernyataannya itu berdasarkan data yang akurat.

"Demokrat dalam posisi diajak Jenderal Prabowo untuk koalisi. Diajak lho ya. Kami tidak tawarkan siapa-siapa jadi cawapres, walau Pak Prabowo tawarkan AHY jadi wakil. Kami pun menyarankan agar dihitung matang-matang, tapi hari ini kami dapat informasi ada politik transaksional yang berada dalam ketidaktahuan kami," tegas Andi Arief.

Andi Arief mengatakan info politik transaksional itu mengejutkan. Sebab, kata dia, Demokrat selama ini tidak pernah selingkuh dengan bertemu partai selain partai koalisi Prabowo. "Makanya saya sebut Jenderal Kardus. Jenderal Kardus itu jenderal yang nggak mau mikir, uang segalanya," kata Andi.

Meskipun demikian, Andi mengaku menghargai niat baik Prabowo untuk datang ke kediaman SBY Kamis pagi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (9/8) pagi, untuk meluruskan persoalan yang mengemuka terkait koalisi.

"Kamis pagi Pak Prabowo akan ke sini," ujar Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan di kediaman SBY, seperti dikutip Antara.

Hinca mengatakan, komunikasi partainya dengan Gerindra terus berjalan. Dia meminta semua pihak menunggu keputusan kedua ketua umum.

Sebelumnya, koalisi Demokrat dan Gerindra disebut-sebut mengalami perpecahan. Politikus Demokrat Andi Arief menyebut Partai Gerindra melakukan politik transaksional tanpa sepengetahuan Demokrat.

Andi Arief mengatakan bahwa apa yang dikatakannya benar. Dia juga menekankan pernyataannya itu berdasarkan data yang akurat.

"Demokrat dalam posisi diajak Jenderal Prabowo untuk koalisi. Diajak lho ya. Kami tidak tawarkan siapa-siapa jadi cawapres, walau Pak Prabowo tawarkan AHY jadi wakil. Kami pun menyarankan agar dihitung matang-matang, tapi hari ini kami dapat informasi ada politik transaksional yang berada dalam ketidaktahuan kami," tegas Andi Arief.

Andi Arief mengatakan info politik transaksional itu mengejutkan. Sebab, kata dia, Demokrat selama ini tidak pernah selingkuh dengan bertemu partai selain partai koalisi Prabowo. "Makanya saya sebut Jenderal Kardus. Jenderal Kardus itu jenderal yang nggak mau mikir, uang segalanya," kata Andi.

Meskipun demikian, Andi mengaku menghargai niat baik Prabowo untuk datang ke kediaman SBY Kamis pagi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Rabu, 12 Desember 2018 - 08:30 WIB

Sumbar peringkat ketiga nasional rawan Pemilu

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soeharto dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com