Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ibadah Haji 2018

15 pesan bagi jamaah jelang Armina

Kamis, 09 Agustus 2018 - 07:27 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Salah seorang petugas menggendong jamaah yang kelelahan di pelataran Masjidil Haram, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OnMCTY
Salah seorang petugas menggendong jamaah yang kelelahan di pelataran Masjidil Haram, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OnMCTY

Elshinta.com - Dalam waktu dua pekan ke depan, jamaah haji akan melaksakan wukuf di Arafah. Karena tidak berhaji jika tidak wukuf, maka jamaah haji perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan tahapan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina (Armina). 

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menitipkan 15 pesan kepada jamaah haji melalui Tim Preventiv dan Promotif (TPP) dan Tenaga medis di masing-masing Kloter (TKHI), menjelang pelaksanaan tahapan ibadah haji di Armina. 

Adapun pesan tersebut adalah:

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

2. Sering minum tidak menunggu haus. Saat Armina nanti suhu di Mekkah diperkirakan makin panas. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke. 

3. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat antre di toilet di Armina.

4. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina. 

5. Kurangi aktivitas di luar tenda saat Armina.

6. Bawa obat-obatan pribadi dan mengonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter.

7. Konsultasikan kesehatan ke petugas kesehatan terutama bagi jamaah berisiko tinggi sebelum berangkat Armina.

8. Bawa dan konsumsi minuman oralit saat di Armina. 

9. Peduli serta saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau seregu. Berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama.

10. Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan atau meminjam milik orang lain. 

11. Ketika di area Armina nanti tidak naik ke atas bukit atau tebing atau bebatuan dan tidak berbaring di jalan atau di kolong kendaraan yang terparkir.

12. Pilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji Indonesia yaitu rute yang melalui tenda-tenda jemaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan sehingga berbahaya jika dilewati jamaah Indonesia.

13. Tidak memaksakan diri melempar jamarat ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

14. Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. 
Untuk jemaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jamaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jamaah Indonesia.

15. Hati-hati jika menggunakan tangga berjalan atau eskalator di area jamarat karena curam. Angkat pakaian di atas mata kaki untuk menghindari terinjak atau terbelit di eskalator.

"Ini 15 pesan yang perlu disampaikan kepada jamaah haji. Jangan bosan mengingatkan jamaah agar melaksanakan pesan-pesan tersebut. Sampaikan setiap hari. Ajak serta ketua regu atau ketua rombongan dan semua jamaah untuk saling mengingatkan. Mari bersama-sama kita jaga dan layani jamaah haji Indonesia agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji menggapai mabrur/mabrurah," kata Eka dalam rilis tertulisnya yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Dalam waktu dua pekan ke depan, jamaah haji akan melaksakan wukuf di Arafah. Karena tidak berhaji jika tidak wukuf, maka jamaah haji perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk melaksanakan tahapan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan juga Mina (Armina). 

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menitipkan 15 pesan kepada jamaah haji melalui Tim Preventiv dan Promotif (TPP) dan Tenaga medis di masing-masing Kloter (TKHI), menjelang pelaksanaan tahapan ibadah haji di Armina. 

Adapun pesan tersebut adalah:

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

2. Sering minum tidak menunggu haus. Saat Armina nanti suhu di Mekkah diperkirakan makin panas. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke. 

3. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat keluar pondokan atau tenda termasuk saat antre di toilet di Armina.

4. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Simpan tenaga untuk menyelesaikan Armina. 

5. Kurangi aktivitas di luar tenda saat Armina.

6. Bawa obat-obatan pribadi dan mengonsumsinya secara teratur sesuai anjuran dokter.

7. Konsultasikan kesehatan ke petugas kesehatan terutama bagi jamaah berisiko tinggi sebelum berangkat Armina.

8. Bawa dan konsumsi minuman oralit saat di Armina. 

9. Peduli serta saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau seregu. Berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama.

10. Membawa pisau cukur sendiri dan tidak dipinjamkan atau meminjam milik orang lain. 

11. Ketika di area Armina nanti tidak naik ke atas bukit atau tebing atau bebatuan dan tidak berbaring di jalan atau di kolong kendaraan yang terparkir.

12. Pilih rute melempar jamarat yang aman dan sudah direkomendasikan oleh petugas haji Indonesia yaitu rute yang melalui tenda-tenda jemaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan, sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan sehingga berbahaya jika dilewati jamaah Indonesia.

13. Tidak memaksakan diri melempar jamarat ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

14. Melontar jamarat mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. 
Untuk jemaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jamaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jamaah Indonesia.

15. Hati-hati jika menggunakan tangga berjalan atau eskalator di area jamarat karena curam. Angkat pakaian di atas mata kaki untuk menghindari terinjak atau terbelit di eskalator.

"Ini 15 pesan yang perlu disampaikan kepada jamaah haji. Jangan bosan mengingatkan jamaah agar melaksanakan pesan-pesan tersebut. Sampaikan setiap hari. Ajak serta ketua regu atau ketua rombongan dan semua jamaah untuk saling mengingatkan. Mari bersama-sama kita jaga dan layani jamaah haji Indonesia agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji menggapai mabrur/mabrurah," kata Eka dalam rilis tertulisnya yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com