Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Hama tikus meningkat, puluhan hektare sawah gagal panen

Kamis, 09 Agustus 2018 - 09:04 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2nxYuYH
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2nxYuYH

Elshinta.com - Sejak April 2018 serangan hama tikus meningkat, sehingga sedikitnya 25 hektare lahan persawahan di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengalami gagal panen.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Sunardi di Penajam, Kalimantan Timur, Kamis (9/8), seperti dikutip Antara.

Pada musim gadu atau musim tanam kedua April hingga Agustus 2018, serangan hama tikus meningkat sehingga lahan persawahan di Desa Sebakung, Sebakung Jaya, dan Desa Labangka Kecamatan Babulu mengalami gagal panen.

Dari luasan lahan persawahan yang telah ditanami padi tersebut, menurut Sunardi, saat ini banyak yang mati atau patah, akibat dirusak tikus. "Puluhan hektare sawah yang terkena puso atau gagal panen tersebar di wilayah Kecamatan Babulu, yang menjadi lumbung padi di wilayah Penajam Paser Utara," ujar Sunardi.

Para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara diminta mewaspadai terhadap serangan hama tikus,  yang dapat menurunkan produktivitas tanaman padi.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tambah Sunardi, juga mengimbau para petani untuk lebih sering turun memeriksa lahan persawahan mengantisipasi serangan hama dan kekeringan saat musim kemarau.

Pada 2015 tercatat sebanyak 1.700 hektare padi siap panen di kabupaten itu pernah terkena puso atau gagal panen akibat serangan hama.

Sekitar 1.400 hektare sawah di wilayah Penajam Paser Utara pada 2015, juga dilanda kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda daerah itu yang mengakibatkan petani gagal panen.

Ribuan hektare lahan persawahan tersebut umumnya berada di Kecamatan Babulu, di mana luas lahan sawah yang telah ditanami itu diserang hama dan mengalami retak-retak akibat kekurangan air.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Sejak April 2018 serangan hama tikus meningkat, sehingga sedikitnya 25 hektare lahan persawahan di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengalami gagal panen.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Sunardi di Penajam, Kalimantan Timur, Kamis (9/8), seperti dikutip Antara.

Pada musim gadu atau musim tanam kedua April hingga Agustus 2018, serangan hama tikus meningkat sehingga lahan persawahan di Desa Sebakung, Sebakung Jaya, dan Desa Labangka Kecamatan Babulu mengalami gagal panen.

Dari luasan lahan persawahan yang telah ditanami padi tersebut, menurut Sunardi, saat ini banyak yang mati atau patah, akibat dirusak tikus. "Puluhan hektare sawah yang terkena puso atau gagal panen tersebar di wilayah Kecamatan Babulu, yang menjadi lumbung padi di wilayah Penajam Paser Utara," ujar Sunardi.

Para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara diminta mewaspadai terhadap serangan hama tikus,  yang dapat menurunkan produktivitas tanaman padi.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tambah Sunardi, juga mengimbau para petani untuk lebih sering turun memeriksa lahan persawahan mengantisipasi serangan hama dan kekeringan saat musim kemarau.

Pada 2015 tercatat sebanyak 1.700 hektare padi siap panen di kabupaten itu pernah terkena puso atau gagal panen akibat serangan hama.

Sekitar 1.400 hektare sawah di wilayah Penajam Paser Utara pada 2015, juga dilanda kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda daerah itu yang mengakibatkan petani gagal panen.

Ribuan hektare lahan persawahan tersebut umumnya berada di Kecamatan Babulu, di mana luas lahan sawah yang telah ditanami itu diserang hama dan mengalami retak-retak akibat kekurangan air.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com