Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Saat Zohri ingin pulang ke Lombok

Kamis, 09 Agustus 2018 - 08:48 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Tim Atletik Indonesia menyambut kehadiran ustaz Adi Hidayat di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2vPspPm
Tim Atletik Indonesia menyambut kehadiran ustaz Adi Hidayat di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2vPspPm

Elshinta.com - Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mengaku sempat terpikir untuk pulang ke kampung halamannya di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul gempa M 7,0 yang terjadi pada Minggu (5/8).

"Saya mendengar gempa Lombok langsung ingin pulang. Saya dapat kabar dari kakak dan teman saya. Mereka menangis karena masjid di dekat rumah sudah rata dengan tanah," kata Zohri, setelah menyambut ustadz Adi Hidyat, di Stadion Madya, Senayan, Rabu (8/8).

Atlet peraih medali emas pada nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 itu mengaku menahan untuk tidak kembali ke kampung halamannya menyusul persiapan mengikuti Asian Games 2018.

"Sedikit kepikiran memang, tapi saya berharap semua baik-baik saya. Saya tetap bersemangat karena kakak-kakak mendukung saya dan meminta saya untuk tidak terlalu terpikir keadaan mereka," kata atlet berusia 18 tahun itu.

Zohri mengatakan, keluarganya telah mengungsi di daerah yang aman bersama tetangga mereka.

"Rumah saya aman. Tapi, rumah-rumah tetangga saya rata dengan tanah. Saya sempat mendapat kabar melalui telepon dari teman sebelum pengukuhan kontingen Indonesia," ujarnya.

Atlet asal Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang itu mengaku salah satu keluarganya menjadi korban dalam bencana alam gempa bumi yang juga terasa hingga Jawa Timur itu.

"Teman saya di Lombok berpesan agar saya tidak menyerah dan jangan berputus asa. Dia meminta saya untuk tetap tawakal, berdoa dan selalu ingat Allah," kata Zohri, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mengaku sempat terpikir untuk pulang ke kampung halamannya di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul gempa M 7,0 yang terjadi pada Minggu (5/8).

"Saya mendengar gempa Lombok langsung ingin pulang. Saya dapat kabar dari kakak dan teman saya. Mereka menangis karena masjid di dekat rumah sudah rata dengan tanah," kata Zohri, setelah menyambut ustadz Adi Hidyat, di Stadion Madya, Senayan, Rabu (8/8).

Atlet peraih medali emas pada nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 itu mengaku menahan untuk tidak kembali ke kampung halamannya menyusul persiapan mengikuti Asian Games 2018.

"Sedikit kepikiran memang, tapi saya berharap semua baik-baik saya. Saya tetap bersemangat karena kakak-kakak mendukung saya dan meminta saya untuk tidak terlalu terpikir keadaan mereka," kata atlet berusia 18 tahun itu.

Zohri mengatakan, keluarganya telah mengungsi di daerah yang aman bersama tetangga mereka.

"Rumah saya aman. Tapi, rumah-rumah tetangga saya rata dengan tanah. Saya sempat mendapat kabar melalui telepon dari teman sebelum pengukuhan kontingen Indonesia," ujarnya.

Atlet asal Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang itu mengaku salah satu keluarganya menjadi korban dalam bencana alam gempa bumi yang juga terasa hingga Jawa Timur itu.

"Teman saya di Lombok berpesan agar saya tidak menyerah dan jangan berputus asa. Dia meminta saya untuk tetap tawakal, berdoa dan selalu ingat Allah," kata Zohri, dikutip Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com