BMKG: Gempa susulan di Lombok masih bisa terjadi hingga sebulan mendatang
Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:50 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Oh528O

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa susulan skala kecil akan terus terjadi hingga empat minggu ke depan di wilayah Lombok, yang diguncang gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli dan gempa 7,0 Skala Richter pada 5 Agustus.

"Tiga hingga empat minggu ke depan gempa kecil masih akan terjadi. Kita harus menerimanya, ini proses alam," kata Dwikorita di Mataram, Kamis (9/8).

Menurut dia, gempa-gempa susulan itu kekuatannya maksimal pada kisaran M 5,0 dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Namun, dia mengingatkan, warga yang rumahnya rusak akibat gempa besar pada Minggu (5/8), untuk tetap waspada.

Ia mengatakan, seluruh warga harus siap menghadapi risiko itu karena Pulau Lombok berdekatan dengan Sesar Flores yang membentang dari Bali hingga utara Laut Flores.

"Gempa di Lombok kali ini adalah siklus 200 tahunan dari patahan Flores, energi terkuat telah selesai," jelas Dwikorita, dikutip Antara.

Dia memaparkan, wnergi tersebut keluar secara berangsur dan dua kali menimbulkan efek merusak di Lombok. Setelah energi terbesar keluar pada 5 Agustus dan menyebabkan getaran hingga 7,0 SR, yang tersisa kemungkinan energi kecil yang membawa gempa-gempa susulan.

"Justru akan sangat berbahaya jika setelah gempa besar terjadi namun tidak ada gempa susulan kecil setelahnya, berarti masih ada potensi energi besar," jelas Dwikorita.

"Warga sudah boleh jika ingin kembali ke rumah, keadaan sudah berangsur aman," imbuhnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:28 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyebutkan seb...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Akses jalan menuju objek wisata Puncak Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, Kab...
Minggu, 24 Maret 2019 - 08:54 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi dua kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 6...
Jumat, 22 Maret 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Tri Suswati Tito Karnavian mengunjungi korban bencan...
Jumat, 22 Maret 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat menjamin ketersed...
Jumat, 22 Maret 2019 - 18:37 WIB
Elshinta.com - Bupati Jayapura Mathius Awaitaouw menyebutkan total bantuan dalam bentuk da...
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:56 WIB
Elshinta.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan layanan kesehatan bagi korban banj...
Jumat, 22 Maret 2019 - 13:51 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengakui adanya posko penerima bant...
Jumat, 22 Maret 2019 - 13:40 WIB
Elshinta.com - Jalur Piket Nol yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa T...
Jumat, 22 Maret 2019 - 12:51 WIB
Elshinta.com - Evakuasi korban bencana alam di Sentani, Jayapura, Papua, hingga kini masih...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once