Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK periksa Dirut PT Pembangkit Jawa Bali terkait suap PLTU Riau-1

Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:25 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara, sebagai saksi terkait dugaan suap proyek PLTU Riau-1

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo)," ungkap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/8).

Reporter elshinta.com, Dody Handoko melaporkan, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Eni diduga menerima suap total Rp4,5 miliar dari Johannes. 

Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir juga terseret dalam kasus ini. Dia berstatus saksi dan telah diperiksa. KPK telah menggeledah rumah dan kantor Sofyan serta menyita ponselnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara, sebagai saksi terkait dugaan suap proyek PLTU Riau-1

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JBK (Johannes B Kotjo)," ungkap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/8).

Reporter elshinta.com, Dody Handoko melaporkan, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Eni diduga menerima suap total Rp4,5 miliar dari Johannes. 

Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir juga terseret dalam kasus ini. Dia berstatus saksi dan telah diperiksa. KPK telah menggeledah rumah dan kantor Sofyan serta menyita ponselnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com