Senin, 22 Oktober 2018 | 07:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Partai Gerindra katakan Prabowo-SBY sepakat lanjutkan koalisi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:55 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Dokumentasi Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2vT7bjD
Dokumentasi Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Yudhoyono. Sumber foto: https://bit.ly/2vT7bjD

Elshinta.com - Pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/8), menghasilkan beberapa kesepakatan.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, satu kesepakatan itu melanjutkan koalisi di Pemilu Presiden 2019. "Keduanya sepakat melanjutkan komunikasi ini lebih intens karena waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres semakin dekat," kata Muzani, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Dia mengakui dalam pertemuan kedua pimpinan partai politik yang sama-sama masuk Akademi Militer pada 1969 itu membahas calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo untuk Pemilu 2019 dan segera dimatangkan.

Menurut dia, komunikasi yang intens itu akan menghasilkan satu nama dan akan diumumkan pada Kamis ini untuk dideklarasikan. "Mereka akan mengintensifkan itu dan hasil intensitas komunikasi itu nanti akan mengerucut kepada satu nama," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, dalam pertemuan itu dibicarakan semua nama-nama yang memungkinkan bisa mendampingi Prabowo, keduanya saling menerima pandangan masing-masing pihak dengan suasana persahabatan yang akrab.

Muzani mengatakan pertemuan itu digunakan Prabowo untuk membicarakan tentang kelanjutan koalisi antara Demokrat dan Gerindra dalam hal pengusungan calon presiden Prabowo Subianto dan wakilnya. "Prabowo juga banyak mendiskusikan bagaimana power sharing yang akan dilakukan pada saatnya nanti ketika rakyat memberikan kepercayaan kepada beliau sebagai Presiden Indonesia," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:28 WIB

Lahan bantul belum bisa ditanami padi

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Elshinta.com - Pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/8), menghasilkan beberapa kesepakatan.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, satu kesepakatan itu melanjutkan koalisi di Pemilu Presiden 2019. "Keduanya sepakat melanjutkan komunikasi ini lebih intens karena waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres semakin dekat," kata Muzani, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Dia mengakui dalam pertemuan kedua pimpinan partai politik yang sama-sama masuk Akademi Militer pada 1969 itu membahas calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo untuk Pemilu 2019 dan segera dimatangkan.

Menurut dia, komunikasi yang intens itu akan menghasilkan satu nama dan akan diumumkan pada Kamis ini untuk dideklarasikan. "Mereka akan mengintensifkan itu dan hasil intensitas komunikasi itu nanti akan mengerucut kepada satu nama," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, dalam pertemuan itu dibicarakan semua nama-nama yang memungkinkan bisa mendampingi Prabowo, keduanya saling menerima pandangan masing-masing pihak dengan suasana persahabatan yang akrab.

Muzani mengatakan pertemuan itu digunakan Prabowo untuk membicarakan tentang kelanjutan koalisi antara Demokrat dan Gerindra dalam hal pengusungan calon presiden Prabowo Subianto dan wakilnya. "Prabowo juga banyak mendiskusikan bagaimana power sharing yang akan dilakukan pada saatnya nanti ketika rakyat memberikan kepercayaan kepada beliau sebagai Presiden Indonesia," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com