Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

Tips sebelum memulai bisnis fotografi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:15 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2KDQE8o
Sumber foto: https://bit.ly/2KDQE8o

Elshinta.com - Fotografi kini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan semakin canggihnya peralatan fotografi. Selain itu, perkembangan media sosial juga mendorong tumbuhnya bidang ini karena masyarakat sekarang memiliki kecenderungan untuk berbagi foto di media sosial. Meskipun setiap orang dengan smartphone nya kini bisa menciptakan sendiri foto yang bagus, namun hal itu tidak menghambat industri fotografi yang sudah lama berjalan. 

Ada banyak bidang profesi yang membutuhkan keterampilan mengambil gambar ini seperti acara pernikahan, iklan produk, pariwisata, event organizer dan masih banyak lainnya. Bagi Anda yang berniat untuk menekuni bisnis di bidang fotografi, simak tips nya berikut ini. 

Kuasai teknik fotografi dengan baik

Mengusasi teknik fotografi tentu saja merupakan keharusan bagi Anda yang ingin berkecimpung di bidang ini. Teknik-teknik dasar kamera seperti mengatur ISO, shutterspeed, dan focal length menjadi hal yang harus dikuasi. Pahami juga berbagai pengembangan teknik fotografi lainnya seperti panning, bulb, human interest, zooming dan sebagainya. Hal ini mungkin nantinya akan dibutuhkan sewaktu mengerjakan project dari klien. 

Siapkan peralatan yang dibutuhkan

Hal kedua yang wajib Anda siapkan adalah peralatan. Perlatan fotografi seperti kamera, lensa, dan lampu memang tidaklah murah. Oleh karena penting sekali untuk mencari kamera atau lensa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan sampai, Anda membeli kamera yang mahal namun tidak sesuai dengan kebutuhan usaha Anda sendiri. 

Misalnya jika kebutuhan Anda untuk acara-acara pernikahan sebaiknya menggunakan kamera SLR yang dapat menghasilkan gambar lebih baik dan auto fokus yang jauh lebih cepat dan akurat. Untuk lensa, Anda bisa menggunakan lensa yang memiliki bukaan lebih besar seperti seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.

Baca jugaTiga keuntungan mengikuti kursus bisnis

Buat portofolio

Kualitas seorang fotografer seperti layaknya pada industri kreatif lainnya terlihat dari seberapa bagusnya portofolio. Buatlah portofolio Anda sendiri dengan sebaik-baiknya. Jika Anda seorang mahasiswa, cobalah untuk mengerjakan proyek kecil-kecilan dari teman atau kerabat yang membutuhkan jasa fotografi. Ini akan memudahkan Anda mendapatkan client nantinya. Portofolio menjadi san

Jalin relasi sebanyak-sebanyaknya

Selagi giat belajar fotografi dan membuat portofolio, Anda juga perlu untuk menjalin relasi yang bisa mendatangkan proyek foto. Sikap terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain memungkinkan Anda mendapatkan relasi. Selain itu, datang ke berbagai pameran foto juga penting, selain mencari relasi baru, Anda juga dapat belajar dari karya-karya fotografer profesional. 

Ikuti serifikasi profesi fotografi 

Untuk menguatkan posisi Anda sebagai seorang fotografer profesional yang layak untuk mengerjakan proyek fotografi, Anda juga bisa mengikuti sertifikasi profesi. Anda bisa mencari tahu infomasi seputar sertifikasi profesi ini di Lembaga Sertifikasi Profesi Fotografi (LESKOFI) maupun Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI). Dengan mendapatkan sertifikasi profesi fotografi, Anda mempunyai "nilai jual" yang lebih tinggi karena sudah diakui oleh asosiasi industri yang menaungi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Fotografi kini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan semakin canggihnya peralatan fotografi. Selain itu, perkembangan media sosial juga mendorong tumbuhnya bidang ini karena masyarakat sekarang memiliki kecenderungan untuk berbagi foto di media sosial. Meskipun setiap orang dengan smartphone nya kini bisa menciptakan sendiri foto yang bagus, namun hal itu tidak menghambat industri fotografi yang sudah lama berjalan. 

Ada banyak bidang profesi yang membutuhkan keterampilan mengambil gambar ini seperti acara pernikahan, iklan produk, pariwisata, event organizer dan masih banyak lainnya. Bagi Anda yang berniat untuk menekuni bisnis di bidang fotografi, simak tips nya berikut ini. 

Kuasai teknik fotografi dengan baik

Mengusasi teknik fotografi tentu saja merupakan keharusan bagi Anda yang ingin berkecimpung di bidang ini. Teknik-teknik dasar kamera seperti mengatur ISO, shutterspeed, dan focal length menjadi hal yang harus dikuasi. Pahami juga berbagai pengembangan teknik fotografi lainnya seperti panning, bulb, human interest, zooming dan sebagainya. Hal ini mungkin nantinya akan dibutuhkan sewaktu mengerjakan project dari klien. 

Siapkan peralatan yang dibutuhkan

Hal kedua yang wajib Anda siapkan adalah peralatan. Perlatan fotografi seperti kamera, lensa, dan lampu memang tidaklah murah. Oleh karena penting sekali untuk mencari kamera atau lensa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan sampai, Anda membeli kamera yang mahal namun tidak sesuai dengan kebutuhan usaha Anda sendiri. 

Misalnya jika kebutuhan Anda untuk acara-acara pernikahan sebaiknya menggunakan kamera SLR yang dapat menghasilkan gambar lebih baik dan auto fokus yang jauh lebih cepat dan akurat. Untuk lensa, Anda bisa menggunakan lensa yang memiliki bukaan lebih besar seperti seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.

Baca jugaTiga keuntungan mengikuti kursus bisnis

Buat portofolio

Kualitas seorang fotografer seperti layaknya pada industri kreatif lainnya terlihat dari seberapa bagusnya portofolio. Buatlah portofolio Anda sendiri dengan sebaik-baiknya. Jika Anda seorang mahasiswa, cobalah untuk mengerjakan proyek kecil-kecilan dari teman atau kerabat yang membutuhkan jasa fotografi. Ini akan memudahkan Anda mendapatkan client nantinya. Portofolio menjadi san

Jalin relasi sebanyak-sebanyaknya

Selagi giat belajar fotografi dan membuat portofolio, Anda juga perlu untuk menjalin relasi yang bisa mendatangkan proyek foto. Sikap terbuka dan mudah bergaul dengan orang lain memungkinkan Anda mendapatkan relasi. Selain itu, datang ke berbagai pameran foto juga penting, selain mencari relasi baru, Anda juga dapat belajar dari karya-karya fotografer profesional. 

Ikuti serifikasi profesi fotografi 

Untuk menguatkan posisi Anda sebagai seorang fotografer profesional yang layak untuk mengerjakan proyek fotografi, Anda juga bisa mengikuti sertifikasi profesi. Anda bisa mencari tahu infomasi seputar sertifikasi profesi ini di Lembaga Sertifikasi Profesi Fotografi (LESKOFI) maupun Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI). Dengan mendapatkan sertifikasi profesi fotografi, Anda mempunyai "nilai jual" yang lebih tinggi karena sudah diakui oleh asosiasi industri yang menaungi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com