Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Pesan Habibie kepada generasi muda

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:33 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Ketiga Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema
Presiden Ketiga Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema

Elshinta.com - Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan karya-karya nyata, sebagaimana semangatnya dulu saat dikirim Presiden Soekarno untuk belajar ke luar negeri.

"Dulu angkatan 45 berprinsip `merdeka atau mati`. Kami tidak ingin mati. Kami ingin merdeka, mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata," kata Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Habibie menambahkan saat itu Presiden Soekarno ingin Bangsa Indonesia bisa membuat pesawat dan kapal sendiri sehingga tidak bergantung pada buatan negara lain.

Karena itu, bersama pemuda-pemuda Indonesia lainnya, Habibie mengaku didoktrin agar belajar sebanyak mungkin di luar negeri dan pulang ke tanah air dengan membawa ilmu pengetahuan dan teknologi. "Saat itu fokusnya dua bidang ilmu, membuat kapal dan pesawat terbang," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Meskipun teknologi terus berkembang, dan dunia saat ini disebut-sebut memasuki era industri 4.0, Habibie mengatakan tetap ada yang jauh lebih penting daripada teknologi. "Robot, tetap tidak akan bisa menggantikan manusia yang memiliki otak yang diciptakan Tuhan," tuturnya.

Habibie memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional XXIII 2018 .

Acara tersebut dibuka Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang sekaligus memberikan arahan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan karya-karya nyata, sebagaimana semangatnya dulu saat dikirim Presiden Soekarno untuk belajar ke luar negeri.

"Dulu angkatan 45 berprinsip `merdeka atau mati`. Kami tidak ingin mati. Kami ingin merdeka, mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata," kata Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Habibie menambahkan saat itu Presiden Soekarno ingin Bangsa Indonesia bisa membuat pesawat dan kapal sendiri sehingga tidak bergantung pada buatan negara lain.

Karena itu, bersama pemuda-pemuda Indonesia lainnya, Habibie mengaku didoktrin agar belajar sebanyak mungkin di luar negeri dan pulang ke tanah air dengan membawa ilmu pengetahuan dan teknologi. "Saat itu fokusnya dua bidang ilmu, membuat kapal dan pesawat terbang," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Meskipun teknologi terus berkembang, dan dunia saat ini disebut-sebut memasuki era industri 4.0, Habibie mengatakan tetap ada yang jauh lebih penting daripada teknologi. "Robot, tetap tidak akan bisa menggantikan manusia yang memiliki otak yang diciptakan Tuhan," tuturnya.

Habibie memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional XXIII 2018 .

Acara tersebut dibuka Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang sekaligus memberikan arahan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com