Pesan Habibie kepada generasi muda
Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:33 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Ketiga Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema

Elshinta.com - Presiden Ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan kemerdekaan harus diisi dengan karya-karya nyata, sebagaimana semangatnya dulu saat dikirim Presiden Soekarno untuk belajar ke luar negeri.

"Dulu angkatan 45 berprinsip `merdeka atau mati`. Kami tidak ingin mati. Kami ingin merdeka, mengisi kemerdekaan dengan karya-karya nyata," kata Habibie saat memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Habibie menambahkan saat itu Presiden Soekarno ingin Bangsa Indonesia bisa membuat pesawat dan kapal sendiri sehingga tidak bergantung pada buatan negara lain.

Karena itu, bersama pemuda-pemuda Indonesia lainnya, Habibie mengaku didoktrin agar belajar sebanyak mungkin di luar negeri dan pulang ke tanah air dengan membawa ilmu pengetahuan dan teknologi. "Saat itu fokusnya dua bidang ilmu, membuat kapal dan pesawat terbang," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Meskipun teknologi terus berkembang, dan dunia saat ini disebut-sebut memasuki era industri 4.0, Habibie mengatakan tetap ada yang jauh lebih penting daripada teknologi. "Robot, tetap tidak akan bisa menggantikan manusia yang memiliki otak yang diciptakan Tuhan," tuturnya.

Habibie memberikan pidato kunci pada Pembukaan Kegiatan Ilmiah bertema "Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0" dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional XXIII 2018 .

Acara tersebut dibuka Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir yang sekaligus memberikan arahan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 11:18 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai penggenangan...
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:57 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perjalanannya ke Garut untuk kunjungan ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:52 WIB
Elshinta.com - Kalangan DPRD Maluku Utara (Malut) minta perusahaan penerbangan yang melaya...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogy...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:19 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendukung ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 08:04 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakuka...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:53 WIB
Elshinta.com -Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, Pemprov Jawa Barat di b...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)