Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Fahri minta gempa Lombok jadi bencana nasional

Kamis, 09 Agustus 2018 - 17:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Proses evakuasi sejumlah warga yang terjebak di reruntuhan masjid saat gempa di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2vuyAcg
Proses evakuasi sejumlah warga yang terjebak di reruntuhan masjid saat gempa di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2vuyAcg

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan bahwa pemerintah seharusnya menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional karena begitu masifnya dampak kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut.

"Saya mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan status bencana di sini sebagai bencana nasional," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Fahri menyebutkan hal tersebut ketika mengunjungi lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 8 Agustus 2018. Menurut dia, gempa tersebut perlu dijadikan statusnya sebagai bencana nasional karena telah terjadi aktivitas gempa hingga sekitar 800-an getaran, dengan dua kali puncak gempa yang mematikan, yaitu gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 pada 29 Juli, dan gempa Magnitudo 7 pada 5 Agustus.

Pada gempa yang terjadi pada 29 Juli, Fahri mengingatkan bahwa peristiwa nahas tersebut telah merobohkan beberapa infrastruktur dan rumah warga, serta ratusan warga luka-luka dan ribuan bertahan di tenda-tenda pengungsian. Sedangkan pada gempa pada 5 Agustus, dampaknya jauh lebih besar baik dalam jumlah korban berjatuhan hingga infrastruktur fisik yang mengalami kerusakan atau bahkan runtuh.

"Ini di Lombok Utara seperti daerah mati. Di sanalah episentrum gempa kali ini. Lombok Timur, Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah juga terkena. Sepanjang jalan raya rumah-rumah hancur berantakan," kata Fahri.

Fahri menyatakan bahwa dia bersama sejumlah rekannya berencana melakukan gerakan Koin untuk Lombok sekaligus dalam rangka menyadarkan kepada berbagai pihak bahwa yang terjadi di Lombok, NTB ini adalah bencana nasional.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan bahwa pemerintah seharusnya menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional karena begitu masifnya dampak kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut.

"Saya mengusulkan kepada pemerintah untuk menjadikan status bencana di sini sebagai bencana nasional," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Fahri menyebutkan hal tersebut ketika mengunjungi lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 8 Agustus 2018. Menurut dia, gempa tersebut perlu dijadikan statusnya sebagai bencana nasional karena telah terjadi aktivitas gempa hingga sekitar 800-an getaran, dengan dua kali puncak gempa yang mematikan, yaitu gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 pada 29 Juli, dan gempa Magnitudo 7 pada 5 Agustus.

Pada gempa yang terjadi pada 29 Juli, Fahri mengingatkan bahwa peristiwa nahas tersebut telah merobohkan beberapa infrastruktur dan rumah warga, serta ratusan warga luka-luka dan ribuan bertahan di tenda-tenda pengungsian. Sedangkan pada gempa pada 5 Agustus, dampaknya jauh lebih besar baik dalam jumlah korban berjatuhan hingga infrastruktur fisik yang mengalami kerusakan atau bahkan runtuh.

"Ini di Lombok Utara seperti daerah mati. Di sanalah episentrum gempa kali ini. Lombok Timur, Lombok Barat, Mataram dan Lombok Tengah juga terkena. Sepanjang jalan raya rumah-rumah hancur berantakan," kata Fahri.

Fahri menyatakan bahwa dia bersama sejumlah rekannya berencana melakukan gerakan Koin untuk Lombok sekaligus dalam rangka menyadarkan kepada berbagai pihak bahwa yang terjadi di Lombok, NTB ini adalah bencana nasional.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com