Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

PNS pemilik senjata api terancam hukuman mati

Kamis, 09 Agustus 2018 - 19:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vx18Sj
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vx18Sj

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan pemilik senjata api laras panjang jenis AK-47 Jemmy Adrianus Bokty (42) yang ditangkap pada Rabu (1/8) pekan lalu terancam hukuman mati.

"Tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun," kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT Kombes Yudi Sinlaloe kepada wartawan di Kupang, Kamis (9/8) seperti dilansir dari Antara.

Kombes Yudi menggelar jumpa pers terkait kepemilikan senjata api laras panjang atas nama Jemmy, didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast serta Kasubdit III Jatanras AKBP Josua Tampubolon.

Sebelumnya, pada Rabu (1/8) lalu, pihak Kepolisian Daerah NTT menangkap oknum PNS Kesatuan Bangsa dan Politik atas kepemilikan senjata api laras panjang. Penangkapan itu dilakukan oleh tiga anggota Polda NTT, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat adanya kepemilikan senjata api laras panjang oleh warga sipil yang dilarang oleh UU.

Kejadian bermula pada pukul 01.00 WITA saat seorang anggota intelijen menelpon Bripka JT anggota Polda NTT bahwa pihaknya melihat pelaku JAB membawa senjata api laras panjang sambil mengendarai kendaraan bermotor.

Setelah menadapat laporan tersebut, Bripka JT langsung menghubungi dua temannya untuk mengecek informasi tersebut. Usai mendapatkan informasi itu, pada pukul 03.00 WITA dilakukan pengejaran terhadap pelaku. Setibanya di Jalan El Tari Kota Kupang, pelaku kemudian ditabrak oleh anggota kepolisian yang mengejarnya. Meskipun sudah jatuh, pelaku kembali berdiri dan melarikan diri.

Sempat terjadi pengejaran antara petugas kepolisian dengan pelaku, namun akhirnya dapat ditangkap juga. Ketika ditanya dari mana senjata itu diperoleh, Yudi mengatakan bahwa menurut pengakuan tersangka senjata dan sejumlah butir peluru aktif itu dibeli dari masyarakat Timor Leste yang menjualnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan pemilik senjata api laras panjang jenis AK-47 Jemmy Adrianus Bokty (42) yang ditangkap pada Rabu (1/8) pekan lalu terancam hukuman mati.

"Tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun," kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT Kombes Yudi Sinlaloe kepada wartawan di Kupang, Kamis (9/8) seperti dilansir dari Antara.

Kombes Yudi menggelar jumpa pers terkait kepemilikan senjata api laras panjang atas nama Jemmy, didampingi oleh Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast serta Kasubdit III Jatanras AKBP Josua Tampubolon.

Sebelumnya, pada Rabu (1/8) lalu, pihak Kepolisian Daerah NTT menangkap oknum PNS Kesatuan Bangsa dan Politik atas kepemilikan senjata api laras panjang. Penangkapan itu dilakukan oleh tiga anggota Polda NTT, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat adanya kepemilikan senjata api laras panjang oleh warga sipil yang dilarang oleh UU.

Kejadian bermula pada pukul 01.00 WITA saat seorang anggota intelijen menelpon Bripka JT anggota Polda NTT bahwa pihaknya melihat pelaku JAB membawa senjata api laras panjang sambil mengendarai kendaraan bermotor.

Setelah menadapat laporan tersebut, Bripka JT langsung menghubungi dua temannya untuk mengecek informasi tersebut. Usai mendapatkan informasi itu, pada pukul 03.00 WITA dilakukan pengejaran terhadap pelaku. Setibanya di Jalan El Tari Kota Kupang, pelaku kemudian ditabrak oleh anggota kepolisian yang mengejarnya. Meskipun sudah jatuh, pelaku kembali berdiri dan melarikan diri.

Sempat terjadi pengejaran antara petugas kepolisian dengan pelaku, namun akhirnya dapat ditangkap juga. Ketika ditanya dari mana senjata itu diperoleh, Yudi mengatakan bahwa menurut pengakuan tersangka senjata dan sejumlah butir peluru aktif itu dibeli dari masyarakat Timor Leste yang menjualnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com