Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

PSI: Usut tuduhan Sandiaga setor Rp500 miliar

Kamis, 09 Agustus 2018 - 19:58 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Sumber foto: https://bit.ly/2OUDxTG
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Sumber foto: https://bit.ly/2OUDxTG

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta Badan Pengawas Pemilu mengusut tuduhan bahwa Sandiaga Uno menyetor uang Rp500 miliar untuk PAN dan PKS agar kedua partai itu memilihnya sebagai calon wakil presiden.

"Jika pernyataan itu benar, tentu sangat memprihatinkan. Seharusnya untuk pemilihan jabatan publik, tidak ada politik uang. Ini merupakan pendidikan politik yang buruk sekaligus pelanggaran terhadap Undang-Undang Pemilu," kata Grace dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (9/8).

Grace mengatakan, Pasal 228 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 jelas melarang praktik penyuapan. "Setiap orang atau lembaga dilarang memberikan imbalan kepada partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden," ucap Grace.

Menurut Grace tuduhan kepada Sandiaga yang dilontarkan oleh fungsionaris Partai Demokrat tersebut merupakan tuduhan serius. "Pihak Partai Demokrat harus bisa menjelaskan apakah tuduhan itu didasarkan bukti atau sekadar ungkapan kemarahan semata," ujarnya.

Menurut Grace, seharusnya partai politik memilih calon wakil presiden yang memiliki integritas dan kapabilitas, bukan karena setoran uang. "Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan cakap, bukan yang sekadar bisa membagi-bagi uang atau yang bersedia menerima suap," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta Badan Pengawas Pemilu mengusut tuduhan bahwa Sandiaga Uno menyetor uang Rp500 miliar untuk PAN dan PKS agar kedua partai itu memilihnya sebagai calon wakil presiden.

"Jika pernyataan itu benar, tentu sangat memprihatinkan. Seharusnya untuk pemilihan jabatan publik, tidak ada politik uang. Ini merupakan pendidikan politik yang buruk sekaligus pelanggaran terhadap Undang-Undang Pemilu," kata Grace dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (9/8).

Grace mengatakan, Pasal 228 Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 jelas melarang praktik penyuapan. "Setiap orang atau lembaga dilarang memberikan imbalan kepada partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden," ucap Grace.

Menurut Grace tuduhan kepada Sandiaga yang dilontarkan oleh fungsionaris Partai Demokrat tersebut merupakan tuduhan serius. "Pihak Partai Demokrat harus bisa menjelaskan apakah tuduhan itu didasarkan bukti atau sekadar ungkapan kemarahan semata," ujarnya.

Menurut Grace, seharusnya partai politik memilih calon wakil presiden yang memiliki integritas dan kapabilitas, bukan karena setoran uang. "Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan cakap, bukan yang sekadar bisa membagi-bagi uang atau yang bersedia menerima suap," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com