Tim medis fokus di Makkah
Kamis, 09 Agustus 2018 - 20:37 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vsNUWI

Elshinta.com - Sampai dengan tanggal 8 Agustus 2018 ada lima jemaah haji yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Pasien lainnya telah dievakuasi ke KKHI Makkah.

“Insya Allah lima jemaah haji yang tersisa di KKHI Madinah akan dievakuasi ke KKHI Makkah,” jelas Direktur KKHI Madinah, M. Yanuar di Madinah. Tanggal 9 Agustus ini, tim medis dari KKHI Madinah akan bergerak ke KKHI Makkah tapi tetap menyiagakan tim untuk memantau 14 pasien yang masih ada di RSAS di Madinah.

“Masih ada 14 jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi Madinah. Jemaah haji tersebut akan terus dipantau oleh tim kesehatan Madinah yang bekerjasama dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di seluruh rumah sakit tersebut. Apakah jemaah ini sudah dapat dievakuasi ke KKHI Madinah ataukah masih membutuhkan perawatan selanjutnya,” jelas Yanuar, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Yanuar menjelaskan, tim KKHI Madinah yang bergerak ke Makkah nantinya akan kembali lagi ke Madinah setelah prosesi ibadah haji, untuk memberikan lagi pelayanan kesehatan. “Kami akan kembali lagi ke Madinah untuk mempersiapkan gelombang 2 jemaah haji yang berasal dari Makkah yang akan masuk ke Madinah. Kami siapkan kembali seluruhnya bila ada jemaah haji Indonesia yang membutuhkan pertolongan di Madinah nanti,” ujarnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menyebutkan, 383 kloter (156.856 orang) jemaah telah tiba di Arab Saudi. Adapun 67,24 persen diantaranya adalah jemaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan yaitu karena umur diatas 60 tahun atau ada penyakit sebelumnya di Indonesia.

Kepada jemaah haji gelombang 2 yang baru tiba di Makkah, Eka menegaskan agar jemaah tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak penting. “Simpan energi untuk Wukuf nanti. Siapkan stamina. Batasi aktivitas untuk kegiatan yang tidak penting,” kata Eka. 

Sementara untuk jemaah dari gelombang 1, Eka menyatakan bahwa pengalaman sebelumya di Madinah dapat dipakai untuk bekal menghadapi Wukuf. “Gelombang 1 sudah pengalaman di Madinah. Sudah merasakan keringnya udara disana. Diharapkan, jemaah dapat lebih menyiapkan diri untuk melaksanakan haji,” tegas Eka.  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata u...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada seluruh penyelenggara n...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - "Bung Karno keluar hanya memakai piyama warna krem serta kaos oblong c...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:04 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mengkaji tentang game PUBG, yang diang...
Selasa, 26 Maret 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai ada indikasi persaingan dag...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)