Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Tim medis fokus di Makkah

Kamis, 09 Agustus 2018 - 20:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vsNUWI
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vsNUWI

Elshinta.com - Sampai dengan tanggal 8 Agustus 2018 ada lima jemaah haji yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Pasien lainnya telah dievakuasi ke KKHI Makkah.

“Insya Allah lima jemaah haji yang tersisa di KKHI Madinah akan dievakuasi ke KKHI Makkah,” jelas Direktur KKHI Madinah, M. Yanuar di Madinah. Tanggal 9 Agustus ini, tim medis dari KKHI Madinah akan bergerak ke KKHI Makkah tapi tetap menyiagakan tim untuk memantau 14 pasien yang masih ada di RSAS di Madinah.

“Masih ada 14 jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi Madinah. Jemaah haji tersebut akan terus dipantau oleh tim kesehatan Madinah yang bekerjasama dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di seluruh rumah sakit tersebut. Apakah jemaah ini sudah dapat dievakuasi ke KKHI Madinah ataukah masih membutuhkan perawatan selanjutnya,” jelas Yanuar, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Yanuar menjelaskan, tim KKHI Madinah yang bergerak ke Makkah nantinya akan kembali lagi ke Madinah setelah prosesi ibadah haji, untuk memberikan lagi pelayanan kesehatan. “Kami akan kembali lagi ke Madinah untuk mempersiapkan gelombang 2 jemaah haji yang berasal dari Makkah yang akan masuk ke Madinah. Kami siapkan kembali seluruhnya bila ada jemaah haji Indonesia yang membutuhkan pertolongan di Madinah nanti,” ujarnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menyebutkan, 383 kloter (156.856 orang) jemaah telah tiba di Arab Saudi. Adapun 67,24 persen diantaranya adalah jemaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan yaitu karena umur diatas 60 tahun atau ada penyakit sebelumnya di Indonesia.

Kepada jemaah haji gelombang 2 yang baru tiba di Makkah, Eka menegaskan agar jemaah tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak penting. “Simpan energi untuk Wukuf nanti. Siapkan stamina. Batasi aktivitas untuk kegiatan yang tidak penting,” kata Eka. 

Sementara untuk jemaah dari gelombang 1, Eka menyatakan bahwa pengalaman sebelumya di Madinah dapat dipakai untuk bekal menghadapi Wukuf. “Gelombang 1 sudah pengalaman di Madinah. Sudah merasakan keringnya udara disana. Diharapkan, jemaah dapat lebih menyiapkan diri untuk melaksanakan haji,” tegas Eka.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Sampai dengan tanggal 8 Agustus 2018 ada lima jemaah haji yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Pasien lainnya telah dievakuasi ke KKHI Makkah.

“Insya Allah lima jemaah haji yang tersisa di KKHI Madinah akan dievakuasi ke KKHI Makkah,” jelas Direktur KKHI Madinah, M. Yanuar di Madinah. Tanggal 9 Agustus ini, tim medis dari KKHI Madinah akan bergerak ke KKHI Makkah tapi tetap menyiagakan tim untuk memantau 14 pasien yang masih ada di RSAS di Madinah.

“Masih ada 14 jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi Madinah. Jemaah haji tersebut akan terus dipantau oleh tim kesehatan Madinah yang bekerjasama dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di seluruh rumah sakit tersebut. Apakah jemaah ini sudah dapat dievakuasi ke KKHI Madinah ataukah masih membutuhkan perawatan selanjutnya,” jelas Yanuar, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Yanuar menjelaskan, tim KKHI Madinah yang bergerak ke Makkah nantinya akan kembali lagi ke Madinah setelah prosesi ibadah haji, untuk memberikan lagi pelayanan kesehatan. “Kami akan kembali lagi ke Madinah untuk mempersiapkan gelombang 2 jemaah haji yang berasal dari Makkah yang akan masuk ke Madinah. Kami siapkan kembali seluruhnya bila ada jemaah haji Indonesia yang membutuhkan pertolongan di Madinah nanti,” ujarnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menyebutkan, 383 kloter (156.856 orang) jemaah telah tiba di Arab Saudi. Adapun 67,24 persen diantaranya adalah jemaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan yaitu karena umur diatas 60 tahun atau ada penyakit sebelumnya di Indonesia.

Kepada jemaah haji gelombang 2 yang baru tiba di Makkah, Eka menegaskan agar jemaah tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak penting. “Simpan energi untuk Wukuf nanti. Siapkan stamina. Batasi aktivitas untuk kegiatan yang tidak penting,” kata Eka. 

Sementara untuk jemaah dari gelombang 1, Eka menyatakan bahwa pengalaman sebelumya di Madinah dapat dipakai untuk bekal menghadapi Wukuf. “Gelombang 1 sudah pengalaman di Madinah. Sudah merasakan keringnya udara disana. Diharapkan, jemaah dapat lebih menyiapkan diri untuk melaksanakan haji,” tegas Eka.  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com