Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Tim medis fokus di Makkah

Kamis, 09 Agustus 2018 - 20:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vsNUWI
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vsNUWI

Elshinta.com - Sampai dengan tanggal 8 Agustus 2018 ada lima jemaah haji yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Pasien lainnya telah dievakuasi ke KKHI Makkah.

“Insya Allah lima jemaah haji yang tersisa di KKHI Madinah akan dievakuasi ke KKHI Makkah,” jelas Direktur KKHI Madinah, M. Yanuar di Madinah. Tanggal 9 Agustus ini, tim medis dari KKHI Madinah akan bergerak ke KKHI Makkah tapi tetap menyiagakan tim untuk memantau 14 pasien yang masih ada di RSAS di Madinah.

“Masih ada 14 jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi Madinah. Jemaah haji tersebut akan terus dipantau oleh tim kesehatan Madinah yang bekerjasama dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di seluruh rumah sakit tersebut. Apakah jemaah ini sudah dapat dievakuasi ke KKHI Madinah ataukah masih membutuhkan perawatan selanjutnya,” jelas Yanuar, seperti rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Yanuar menjelaskan, tim KKHI Madinah yang bergerak ke Makkah nantinya akan kembali lagi ke Madinah setelah prosesi ibadah haji, untuk memberikan lagi pelayanan kesehatan. “Kami akan kembali lagi ke Madinah untuk mempersiapkan gelombang 2 jemaah haji yang berasal dari Makkah yang akan masuk ke Madinah. Kami siapkan kembali seluruhnya bila ada jemaah haji Indonesia yang membutuhkan pertolongan di Madinah nanti,” ujarnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka menyebutkan, 383 kloter (156.856 orang) jemaah telah tiba di Arab Saudi. Adapun 67,24 persen diantaranya adalah jemaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan yaitu karena umur diatas 60 tahun atau ada penyakit sebelumnya di Indonesia.

Kepada jemaah haji gelombang 2 yang baru tiba di Makkah, Eka menegaskan agar jemaah tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak penting. “Simpan energi untuk Wukuf nanti. Siapkan stamina. Batasi aktivitas untuk kegiatan yang tidak penting,” kata Eka. 

Sementara untuk jemaah dari gelombang 1, Eka menyatakan bahwa pengalaman sebelumya di Madinah dapat dipakai untuk bekal menghadapi Wukuf. “Gelombang 1 sudah pengalaman di Madinah. Sudah merasakan keringnya udara disana. Diharapkan, jemaah dapat lebih menyiapkan diri untuk melaksanakan haji,” tegas Eka.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Agustus 2018 - 19:25 WIB

IHSG ditutup melemah sebesar 32,79 poin

Kesehatan | 16 Agustus 2018 - 19:10 WIB

Lima tips tidur nyenyak dan berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 18:55 WIB

Peringati HUT ke-73 RI, Pertamina aksi donor darah

Ekonomi | 16 Agustus 2018 - 18:49 WIB

DPR: Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sangat konservatif

Ekonomi | 16 Agustus 2018 - 18:36 WIB

Rupiah Kamis sore melemah jadi Rp14.603

Politik | 16 Agustus 2018 - 18:28 WIB

Pemuda Indonesia harapkan pemimpin bersih dan berbobot

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 16 Agustus 2018 - 19:25 WIB

IHSG ditutup melemah sebesar 32,79 poin

Kamis, 16 Agustus 2018 - 18:55 WIB

Peringati HUT ke-73 RI, Pertamina aksi donor darah

Kamis, 16 Agustus 2018 - 18:36 WIB

Rupiah Kamis sore melemah jadi Rp14.603

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com