Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Terlibat perampokan, Kades Sragen diciduk polisi

Kamis, 09 Agustus 2018 - 20:46 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sindikat penipuan dan perampokan yang melibatkan seorang kepala desa di Kabupaten Sragen ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Kudus, Jawa Tengah. Komplotan pelaku yang berjumlah sebelas orang, baru berhasil ditangkap enam orang.

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (9/8) mengatkan, pihaknya berhasil menangkap pelaku perampokan yang diawali dengan penipuan terhadap korban Winarto warga Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dimana korban diperdaya oleh para pelaku hingga uangnya sebesar Rp324 juta serta dompet dan telepon seluler raib dibawa kabur.  

"Para pelaku mempunyai peran sendiri-sendiri, termasuk SR Kepala Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang menjadi otak perencana. SR berperan sebagai orang yang dapat mencairkan uang amanat di salah satu bank pemerintah dua kali lipat dari uang korban," ujarnya.

Korban yang berkeinginan membangun pondok pesantren tertarik dengan iming-iming para pelaku yang sebelumnya korban telah dikenalkan melalui saudaranya. Korban akhirnya sepakat bertemu di Solo pada Kamis (2/8) lalu. Korban ditemui dua orang yang mengaku utusan tersangka SR, mereka menggunakan kendaraan Toyota Calya warna hitam, setelah itu korban disuruh masuk ke dalam kendaraan tersebut. 

Dengan alasan kemalaman perbankan telah tutup, korban diajak berputar- putar dari Grobongan ke Kudus. Sesampainya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, mobil yang ditumpangi korban dihadang mobil lain jenis Avanza yang mengaku rombongan tim Buser. “Tiga orang yang mengaku tim Buser masuk ke mobil yang ditumpangi korban sambil menodongkan senjata ke arah kepala korban karena korban dituduh merupakan sindikat narkoba dan uang palsu. Dalam posisi diborgol, para pelaku lari membawa uang korban sebesar Rp324 juta, dompet dan empat buah handphone. Korban dibuang dipinggir sawah yang kemudian melaporkan diri ke Polres Kudus," imbuhnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Sindikat penipuan dan perampokan yang melibatkan seorang kepala desa di Kabupaten Sragen ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Kudus, Jawa Tengah. Komplotan pelaku yang berjumlah sebelas orang, baru berhasil ditangkap enam orang.

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (9/8) mengatkan, pihaknya berhasil menangkap pelaku perampokan yang diawali dengan penipuan terhadap korban Winarto warga Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dimana korban diperdaya oleh para pelaku hingga uangnya sebesar Rp324 juta serta dompet dan telepon seluler raib dibawa kabur.  

"Para pelaku mempunyai peran sendiri-sendiri, termasuk SR Kepala Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang menjadi otak perencana. SR berperan sebagai orang yang dapat mencairkan uang amanat di salah satu bank pemerintah dua kali lipat dari uang korban," ujarnya.

Korban yang berkeinginan membangun pondok pesantren tertarik dengan iming-iming para pelaku yang sebelumnya korban telah dikenalkan melalui saudaranya. Korban akhirnya sepakat bertemu di Solo pada Kamis (2/8) lalu. Korban ditemui dua orang yang mengaku utusan tersangka SR, mereka menggunakan kendaraan Toyota Calya warna hitam, setelah itu korban disuruh masuk ke dalam kendaraan tersebut. 

Dengan alasan kemalaman perbankan telah tutup, korban diajak berputar- putar dari Grobongan ke Kudus. Sesampainya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, mobil yang ditumpangi korban dihadang mobil lain jenis Avanza yang mengaku rombongan tim Buser. “Tiga orang yang mengaku tim Buser masuk ke mobil yang ditumpangi korban sambil menodongkan senjata ke arah kepala korban karena korban dituduh merupakan sindikat narkoba dan uang palsu. Dalam posisi diborgol, para pelaku lari membawa uang korban sebesar Rp324 juta, dompet dan empat buah handphone. Korban dibuang dipinggir sawah yang kemudian melaporkan diri ke Polres Kudus," imbuhnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com