Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Pemerintah fokus lakukan pemulihan korban gempa

Kamis, 09 Agustus 2018 - 20:58 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jakarta, Kamis (9/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OolSCR
Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jakarta, Kamis (9/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OolSCR

Elshinta.com - Pasca peristiwa gempa bumi berkekuatan 7 skala richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8), pemerintah akan fokus pada pemulihan kepada korban gempa dan melakukan rehabilitasi serta rekonstruksi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. 
 
"Hari ini kita melakukan evaluasi untuk meyakinkan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan sambil melihat kekurangan yang perlu diperkuat. Hari ini banyak masukan, kita kompilasikan untuk bagaimana setelah tanggap darurat selesai kita melangkah ke tahap berikutnya, yakni pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Menko Polhukam, Wiranto saat jumpa pers usai rapat tingkat menteri tentang rehabilitasi dan pemulihan pasca gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (9/8). 
 
Rapat tersebut dihadiri Mensos Idrus Marham, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.
 
Menurut dia, pemulihan bagi korban gempa, rehabilitasi dan rekontruksi bangunan yang rusak tidak mudah karena besarya jumlah korban gempa, baik itu harta benda maupun nyawa. Pemerintah ingin memastikan jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan gedung sekolah dan rumah ibadah, dan rumah penduduk yang luluh lantak. "Itu semua kita bahas secara detail. Malam ini kita garap semuanya. Mudah-mudahan besok kita sudah mempunyai secara jelas, rinci roadmapnya, bagaimana pemulihan disana, sambil terus mewaspadai adanya kemungkinan bencana susulan," katanya.
 
Hal itu, kata Wiranto, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan evaluasi total terkait penanganan bencana gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berbagai langkah tanggap darurat dan segera di lokasi musibah merupakan prioritas.
 
Menurut dia, presiden juga meminta agar pengorganisasian kegiatan sudah dilaksanakan dengan menyertakan seluruh pemangku kepentingan, seperti TNI, Polri, kementerian/lembaga, Badan SAR Nasional, BNPB, serta pemerintah daerah. Pemerintah pun meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis secara akurat mengenai potensi bencana selanjutnya. Hal itu sangat penting untuk memastikan rencana rehabilitasi, rekontruksi, dan pemulihan di sana, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Pasca peristiwa gempa bumi berkekuatan 7 skala richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8), pemerintah akan fokus pada pemulihan kepada korban gempa dan melakukan rehabilitasi serta rekonstruksi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. 
 
"Hari ini kita melakukan evaluasi untuk meyakinkan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan sambil melihat kekurangan yang perlu diperkuat. Hari ini banyak masukan, kita kompilasikan untuk bagaimana setelah tanggap darurat selesai kita melangkah ke tahap berikutnya, yakni pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi," kata Menko Polhukam, Wiranto saat jumpa pers usai rapat tingkat menteri tentang rehabilitasi dan pemulihan pasca gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (9/8). 
 
Rapat tersebut dihadiri Mensos Idrus Marham, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.
 
Menurut dia, pemulihan bagi korban gempa, rehabilitasi dan rekontruksi bangunan yang rusak tidak mudah karena besarya jumlah korban gempa, baik itu harta benda maupun nyawa. Pemerintah ingin memastikan jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan gedung sekolah dan rumah ibadah, dan rumah penduduk yang luluh lantak. "Itu semua kita bahas secara detail. Malam ini kita garap semuanya. Mudah-mudahan besok kita sudah mempunyai secara jelas, rinci roadmapnya, bagaimana pemulihan disana, sambil terus mewaspadai adanya kemungkinan bencana susulan," katanya.
 
Hal itu, kata Wiranto, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan evaluasi total terkait penanganan bencana gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berbagai langkah tanggap darurat dan segera di lokasi musibah merupakan prioritas.
 
Menurut dia, presiden juga meminta agar pengorganisasian kegiatan sudah dilaksanakan dengan menyertakan seluruh pemangku kepentingan, seperti TNI, Polri, kementerian/lembaga, Badan SAR Nasional, BNPB, serta pemerintah daerah. Pemerintah pun meminta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan analisis secara akurat mengenai potensi bencana selanjutnya. Hal itu sangat penting untuk memastikan rencana rehabilitasi, rekontruksi, dan pemulihan di sana, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com