Senin, 10 Desember 2018 | 21:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Batal jadi cawapres, Mahfud MD kaget tapi...

Jumat, 10 Agustus 2018 - 06:17 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2np2k5O
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sumber foto: https://bit.ly/2np2k5O

Elshinta.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Mahfud MD mengaku kaget, tetapi tidak kecewa meski batal menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Joko Widodo.

"Ya menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi dengan wewenangnya dengan pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya. Saya tidak kecewa, tapi kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detail," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (9/8).

Sebelumnya, Jokowi memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai sosok cawapres yang akan mendampingnya untuk Pemilihan Presiden 2019.

Padahal Mahfud sudah mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana untuk keperluan pencalonan sebagai pejabat negara di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

"Tapi tidak apa-apa, dalam politik itu biasa, itu tidak apa-apa, kita harus mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud MD dan Ma'ruf Amin atau nama siapa," tambah Mahfud, dilansir dari Antara. 

Meski demikian, Mahfud mengaku sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Istana Negara setelah pengumuman pasangan cawapres Jokowi. "Jadi, kita terima keputusan, prosesnya sangat konstitusional, ya kita dukung negara ini harus tetap berjalan," pungkas dia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

Elshinta.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Mahfud MD mengaku kaget, tetapi tidak kecewa meski batal menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan Joko Widodo.

"Ya menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi dengan wewenangnya dengan pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya. Saya tidak kecewa, tapi kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri bahkan sudah agak detail," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (9/8).

Sebelumnya, Jokowi memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof Dr KH Ma'ruf Amin sebagai sosok cawapres yang akan mendampingnya untuk Pemilihan Presiden 2019.

Padahal Mahfud sudah mengurus surat keterangan tidak pernah sebagai terpidana untuk keperluan pencalonan sebagai pejabat negara di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta.

"Tapi tidak apa-apa, dalam politik itu biasa, itu tidak apa-apa, kita harus mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud MD dan Ma'ruf Amin atau nama siapa," tambah Mahfud, dilansir dari Antara. 

Meski demikian, Mahfud mengaku sudah bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Istana Negara setelah pengumuman pasangan cawapres Jokowi. "Jadi, kita terima keputusan, prosesnya sangat konstitusional, ya kita dukung negara ini harus tetap berjalan," pungkas dia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

Senin, 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com