Senin, 10 Desember 2018 | 21:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ada tiga alasan KH Ma`ruf Amin cawapres Jokowi

Jumat, 10 Agustus 2018 - 06:59 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Joko Widodo dan KH Ma`ruf Amin . Sumber foto: https://bit.ly/2vyvYtU
Joko Widodo dan KH Ma`ruf Amin . Sumber foto: https://bit.ly/2vyvYtU

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr KH Ma`ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019-2024.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengungkapkan tiga alasan pemilihan Kiai Haji Ma`ruf Amin sebagai cawapres berpasangan dengan Jokowi. 

"Seperti yang sudah berkali-kali disampaikan bahwa Republik ini dibangun di atas pelangi nasionalisme dan religiusitas, jadi sejak dari Bung Karno dan Bung Hatta, Megawati dan Pak Hamzah Haz, SBY-JK, dan sekarang Jokowi-JK, selalu merefleksikan nasionalis religius ini jadi ini yang menjadi bahan pertimbangan kenapa memilih Kiai Ma`ruf Amin dijatuhkan," kata Romahurmuziy, di Restoran Plataran Jakarta, Kamis (9/8).

"Kedua, keterpecahan dan keterbelahan masyarakat kita karena kontestasi mulai Pilpres 2014 dan tiga pilkada serentak terutama Pilkada DKI menuju isu berbasis SARA, kami pimpinan parpol berdiskusi dengan Presiden mencari figur yang merefleksikan religiusitas dan bisa meredam kebencian-kebencian di media sosial," lanjut Romahurmuziy.

Sedangkan alasan ketiga, menurut Romahurmuziy, adalah karena pengalaman politik dan ekonomi KH Ma`ruf Amin.

"Ketiga kami pertimbangkan aneka jabatan publik seperti yang sudah saya twitkan dua hari lalu ada nama M yang sejak reformasi sudah jadi anggota DPRD Fraksi PPP DKI Jakarta, pernah menjadi anggota DPR Fraksi PKB, menjadi Wantimpres, beliau pemimpin tertinggi ormas Islam terbesar di Indonesia dan dunia yaitu Nahdlatul Ulama karena beliau Rais Aam dan juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang beranggotakan 37 ormas Islam dan dengan pengalaman yang segitu banyak dan luas," papar Romahurmuziy.

Ia mengatakan, dengan spektrum yang pernah digeluti, KH Ma`ruf adalah seorang yang sangat paham dengan ekonomi karena menjadi anggota Dewan Pengarah Majelis Ekonomi Syariah Indonesia dan Dewan Ekonomi Syariah Nasional.

"Sehingga dengan demikian pengetahuan beliau dinilai cukup paripurna ini yang kemudian akhirnya kita lihat secara politik beliau juga mewarnai seluruh spektrum politik yang ada di koalisi karena tentu spektrum politik itu juga ada spektrum politik nasionalis ada spektrum politik religius di mana Kiai Ma`ruf Amin merupakan titik temu itu yang berkali-kali saya tegaskan," jelas Romahurmuziy, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 20:39 WIB

Seminar jurnalisme berbasis HAM digelar peringati Hari HAM

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 20:12 WIB

Kementerian ESDM dorong ekonomi desa manfaatkan EBT

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr KH Ma`ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019-2024.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy mengungkapkan tiga alasan pemilihan Kiai Haji Ma`ruf Amin sebagai cawapres berpasangan dengan Jokowi. 

"Seperti yang sudah berkali-kali disampaikan bahwa Republik ini dibangun di atas pelangi nasionalisme dan religiusitas, jadi sejak dari Bung Karno dan Bung Hatta, Megawati dan Pak Hamzah Haz, SBY-JK, dan sekarang Jokowi-JK, selalu merefleksikan nasionalis religius ini jadi ini yang menjadi bahan pertimbangan kenapa memilih Kiai Ma`ruf Amin dijatuhkan," kata Romahurmuziy, di Restoran Plataran Jakarta, Kamis (9/8).

"Kedua, keterpecahan dan keterbelahan masyarakat kita karena kontestasi mulai Pilpres 2014 dan tiga pilkada serentak terutama Pilkada DKI menuju isu berbasis SARA, kami pimpinan parpol berdiskusi dengan Presiden mencari figur yang merefleksikan religiusitas dan bisa meredam kebencian-kebencian di media sosial," lanjut Romahurmuziy.

Sedangkan alasan ketiga, menurut Romahurmuziy, adalah karena pengalaman politik dan ekonomi KH Ma`ruf Amin.

"Ketiga kami pertimbangkan aneka jabatan publik seperti yang sudah saya twitkan dua hari lalu ada nama M yang sejak reformasi sudah jadi anggota DPRD Fraksi PPP DKI Jakarta, pernah menjadi anggota DPR Fraksi PKB, menjadi Wantimpres, beliau pemimpin tertinggi ormas Islam terbesar di Indonesia dan dunia yaitu Nahdlatul Ulama karena beliau Rais Aam dan juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang beranggotakan 37 ormas Islam dan dengan pengalaman yang segitu banyak dan luas," papar Romahurmuziy.

Ia mengatakan, dengan spektrum yang pernah digeluti, KH Ma`ruf adalah seorang yang sangat paham dengan ekonomi karena menjadi anggota Dewan Pengarah Majelis Ekonomi Syariah Indonesia dan Dewan Ekonomi Syariah Nasional.

"Sehingga dengan demikian pengetahuan beliau dinilai cukup paripurna ini yang kemudian akhirnya kita lihat secara politik beliau juga mewarnai seluruh spektrum politik yang ada di koalisi karena tentu spektrum politik itu juga ada spektrum politik nasionalis ada spektrum politik religius di mana Kiai Ma`ruf Amin merupakan titik temu itu yang berkali-kali saya tegaskan," jelas Romahurmuziy, dikutip Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas pemilu harus independen

Senin, 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com