Apa keputusan GNPF Ulama setelah Prabowo gandeng Sandiaga?
Elshinta
Jumat, 10 Agustus 2018 - 07:23 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Apa keputusan GNPF Ulama setelah Prabowo gandeng Sandiaga?
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2M74XrT

Elshinta.com - Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak menyatakan, pihaknya belum memutuskan akan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau tidak dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
    
"Kami belum memutuskan," ujar Yusuf Martak dihubungi di Jakarta, Jumat (10/8) dini hari.
   
Yusuf mengatakan, sikap GNPF Ulama sampai saat ini tetap pada posisi mengawal hasil Forum Ijtima Ulama yang menghendaki Prabowo Subianto dengan tulus dan ikhlas bersedia didampingi cawapres dari kalangan ulama. 
   
Dia menekankan bahwa ketika dua ulama yang direkomendasikan Forum Ijtima Ulama sebagai cawapres yakni Ustad Abdul Somad dan Salim Segaf tidak menjadi pendamping Prabowo, GNPF Ulama telah merekomendasikan dua nama alternatif.
   
"Bahwa saat Ustad Abdul Somad menolak dan Habib Salim Segaf Al Jufri ditolak, GNPF Ulama telah menawarkan alternatif cawapres ulama yang telah direstui Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan para tokoh sentral Ijtima Ulama yaitu ustad Arifin Ilham dan AA Gym," kata Yusuf , dikutip Antara
   
Namun keputusan Prabowo adalah menggandeng Sandiaga Uno yang bukan berasal dari kalangam ulama. Sehingga atas keputusan Prabowo menggandeng Sandiaga, Yusuf menyerukan, kepada segenap ulama dan umat Islam agar tetap tenang dan sabar serta tetap istiqomah bersatu bersama ulama di bawah satu komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPU: Tuntutan agar link berita jadi alat bukti tak berdasar
Selasa, 18 Juni 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ali Nurdin mengatakan bahwa dal...
Yusril: PHPU Pilpres bukan perselisihan konsepsi Ketuhanan
Selasa, 18 Juni 2019 - 12:59 WIB
Elshinta.com - Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma`ruf, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa hal...
Soal video Faldo Maldini, Waketum PAN: Kita harus apresiasi
Selasa, 18 Juni 2019 - 11:36 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto...
KPU sebut Ma`ruf tak langgar ketentuan Pemilu
Selasa, 18 Juni 2019 - 11:11 WIB
Elshinta.com - Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ali Nurdin menyatakan posisi ca...
Bima Arya: Usai putusan MK, PAN kembali tentukan arah
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto...
MK gelar sidang lanjutan sengketa Pilpres pagi ini
Selasa, 18 Juni 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara perselis...
Sandiaga-Zulkifli bahas perkembangan sidang sengketa Pilpres
Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bertemu Ketua Umum DPP Part...
KPU: Tuntutan Prabowo di MK didasarkan atas logika tidak nyambung
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:52 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai salah satu dalil gugatan Tim Hukum P...
Polri imbau masyarakat untuk jaga situasi kondusif selama persidangan PHPU di MK
Sabtu, 15 Juni 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk tetap menj...
Pengamat: BPN harusnya paparkan bukti penggelembungan suara
Jumat, 14 Juni 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Pakar hukum tata negara Universitas Padjajaran, Indra Perwira menilai sehar...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)