Rabu, 12 Desember 2018 | 13:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kekeringan kritis landa Jawa Timur

Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:22 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJLJNM
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJLJNM

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, terdapat 199 desa terdampak kekeringan kritis yang berpotensi tidak mengeluarkan air sepanjang musim kemarau.

"Ke-199 desa itu tersebar di 23 kabupaten yang pada musim kemarau kali ini mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Suban menyebutkan, total ada 442 desa yang mengalami kekeringan, di mana 199 desa mengalami kekeringan kritis atau tidak ada air. Sedangkan sisanya sebanyak 223 desa mengalami kekeringan namun masih berpotensi mendapat air.

Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada 2018 berlangsung selama Juli hingga September. Suban mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan desa terdampak kekeringan, baik yang kritis maupun tidak. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 12 Desember 2018 - 13:29 WIB

Bekraf beri bantuan pada ribuan pekerja kreatif

Kecelakaan | 12 Desember 2018 - 13:17 WIB

Pesawat Alfra Trans tergelincir saat mendarat di Papua

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 13:08 WIB

BSSN deteksi 207,9 juta serangan trojan dan 36 juta aktivitas malware

Aktual Pemilu | 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 12:51 WIB

Ibu Negara ajak anak-anak gemari makanan sehat

Aktual Luar Negeri | 12 Desember 2018 - 12:42 WIB

Pengadilan Kanada bebaskan petinggi Huawei dengan jaminan

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, terdapat 199 desa terdampak kekeringan kritis yang berpotensi tidak mengeluarkan air sepanjang musim kemarau.

"Ke-199 desa itu tersebar di 23 kabupaten yang pada musim kemarau kali ini mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Suban menyebutkan, total ada 442 desa yang mengalami kekeringan, di mana 199 desa mengalami kekeringan kritis atau tidak ada air. Sedangkan sisanya sebanyak 223 desa mengalami kekeringan namun masih berpotensi mendapat air.

Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada 2018 berlangsung selama Juli hingga September. Suban mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan desa terdampak kekeringan, baik yang kritis maupun tidak. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com