Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kekeringan kritis landa Jawa Timur

Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:22 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJLJNM
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJLJNM

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, terdapat 199 desa terdampak kekeringan kritis yang berpotensi tidak mengeluarkan air sepanjang musim kemarau.

"Ke-199 desa itu tersebar di 23 kabupaten yang pada musim kemarau kali ini mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Suban menyebutkan, total ada 442 desa yang mengalami kekeringan, di mana 199 desa mengalami kekeringan kritis atau tidak ada air. Sedangkan sisanya sebanyak 223 desa mengalami kekeringan namun masih berpotensi mendapat air.

Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada 2018 berlangsung selama Juli hingga September. Suban mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan desa terdampak kekeringan, baik yang kritis maupun tidak. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, terdapat 199 desa terdampak kekeringan kritis yang berpotensi tidak mengeluarkan air sepanjang musim kemarau.

"Ke-199 desa itu tersebar di 23 kabupaten yang pada musim kemarau kali ini mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jatim, Kamis (9/8).

Dikutip Antara, Suban menyebutkan, total ada 442 desa yang mengalami kekeringan, di mana 199 desa mengalami kekeringan kritis atau tidak ada air. Sedangkan sisanya sebanyak 223 desa mengalami kekeringan namun masih berpotensi mendapat air.

Berdasarkan surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada 2018 berlangsung selama Juli hingga September. Suban mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dan solusi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan desa terdampak kekeringan, baik yang kritis maupun tidak. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com