Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Pusing saat berdiri faktor risiko stroke dan dimensia

Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:52 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7UDzB
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7UDzB

Elshinta.com - Merasa pusing ketika hendak maupun saat sedang berdiri dapat menjadi faktor risiko stroke dan dimensia (pikun), berdasarkan laporan penelitian baru.

Kondisi tersebut dikenal sebagai 'orthostatic hypotension' yang diakibatkan oleh penurunan drastis tekanan darah ketika bangun dari posisi duduk, dan merupakan gejala dari berbagai penyakit atau efek samping dari suatu obat, meskipun belum diketahui penyebab pastinya.

Berdasarkan data peneliti, 11.709 orang dengan usia paruh baya dengan rata-rata umum 54 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, 552 di antaranya memiliki 'orthostatic hypotension' yang kemungkinan pada 25 tahun kemudian, diperkirakan akan ada 1.068 kasus dimensia dan 842 kasus struk, sebagaimana dilansir dari New York Times.

Penelitian menyatakan, umur, ras, merokok, diabetes dan masalah kesehatan serta kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang dengan 'orthostatic hypotension' memiliki 54 persen lebih tinggi terkena dimensia dan lebih dari dua kali lipatnya untuk terkena stroke.

Profesor Neurology di John Hopkins University, Rebecca F Gottesman mengatakan, apabila seseorang pusing saat hendak maupun ketika berdiri dapat merupakan pertanda penyakit pembuluh darah, dan menyarankan segera bertemu dokter apabila sering mengalami hal tersebut.

"Hal ini akan memberikan anda dan dokter anda kesempatan untuk meninjau faktor risiko pembuluh darah dan memastikan semuanya aman," kata dia. 

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Merasa pusing ketika hendak maupun saat sedang berdiri dapat menjadi faktor risiko stroke dan dimensia (pikun), berdasarkan laporan penelitian baru.

Kondisi tersebut dikenal sebagai 'orthostatic hypotension' yang diakibatkan oleh penurunan drastis tekanan darah ketika bangun dari posisi duduk, dan merupakan gejala dari berbagai penyakit atau efek samping dari suatu obat, meskipun belum diketahui penyebab pastinya.

Berdasarkan data peneliti, 11.709 orang dengan usia paruh baya dengan rata-rata umum 54 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, 552 di antaranya memiliki 'orthostatic hypotension' yang kemungkinan pada 25 tahun kemudian, diperkirakan akan ada 1.068 kasus dimensia dan 842 kasus struk, sebagaimana dilansir dari New York Times.

Penelitian menyatakan, umur, ras, merokok, diabetes dan masalah kesehatan serta kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang dengan 'orthostatic hypotension' memiliki 54 persen lebih tinggi terkena dimensia dan lebih dari dua kali lipatnya untuk terkena stroke.

Profesor Neurology di John Hopkins University, Rebecca F Gottesman mengatakan, apabila seseorang pusing saat hendak maupun ketika berdiri dapat merupakan pertanda penyakit pembuluh darah, dan menyarankan segera bertemu dokter apabila sering mengalami hal tersebut.

"Hal ini akan memberikan anda dan dokter anda kesempatan untuk meninjau faktor risiko pembuluh darah dan memastikan semuanya aman," kata dia. 

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com