Pusing saat berdiri faktor risiko stroke dan dimensia
Elshinta
Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:52 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Pusing saat berdiri faktor risiko stroke dan dimensia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7UDzB

Elshinta.com - Merasa pusing ketika hendak maupun saat sedang berdiri dapat menjadi faktor risiko stroke dan dimensia (pikun), berdasarkan laporan penelitian baru.

Kondisi tersebut dikenal sebagai 'orthostatic hypotension' yang diakibatkan oleh penurunan drastis tekanan darah ketika bangun dari posisi duduk, dan merupakan gejala dari berbagai penyakit atau efek samping dari suatu obat, meskipun belum diketahui penyebab pastinya.

Berdasarkan data peneliti, 11.709 orang dengan usia paruh baya dengan rata-rata umum 54 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke, 552 di antaranya memiliki 'orthostatic hypotension' yang kemungkinan pada 25 tahun kemudian, diperkirakan akan ada 1.068 kasus dimensia dan 842 kasus struk, sebagaimana dilansir dari New York Times.

Penelitian menyatakan, umur, ras, merokok, diabetes dan masalah kesehatan serta kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang dengan 'orthostatic hypotension' memiliki 54 persen lebih tinggi terkena dimensia dan lebih dari dua kali lipatnya untuk terkena stroke.

Profesor Neurology di John Hopkins University, Rebecca F Gottesman mengatakan, apabila seseorang pusing saat hendak maupun ketika berdiri dapat merupakan pertanda penyakit pembuluh darah, dan menyarankan segera bertemu dokter apabila sering mengalami hal tersebut.

"Hal ini akan memberikan anda dan dokter anda kesempatan untuk meninjau faktor risiko pembuluh darah dan memastikan semuanya aman," kata dia. 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Khasiat jambu biji untuk kesehatan jantung hingga turunkan gula darah
Minggu, 16 Juni 2019 - 14:12 WIB
Elshinta.com - Jambu biji adalah salah satu buah favorit yang lezat dimakan langsung dan juga s...
Menkes imbau jemaah haji Indonesia tidak mendekati Unta
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:44 WIB
Elshinta.com - Warga Indonesia yang akan melakukan ibadah haji rentan terserang virus Midd...
Pasca Lebaran, stok darah Kota Pekalongan masih aman
Jumat, 14 Juni 2019 - 17:31 WIB
Elshinta.com - Stok darah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah dipastikan masih aman, rata...
Malaria penyakit dengan urutan tertinggi di RSUD Paniai
Jumat, 14 Juni 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Paniai, Provinsi Papua mencatat se...
Ini manfaat minum air hangat di pagi hari
Kamis, 13 Juni 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Menurut pengobatan Tiongkok dan India kuno, memulai hari dengan segelas air hang...
Konsumsi gula dan karbohidrat berlebihan bisa rusak otak
Senin, 10 Juni 2019 - 12:28 WIB
Elshinta.com - Gula dan karbohidrat olahan memiliki dampak buruk bagi otak dan bahkan menyebabk...
Gangguan tidur setara 215 hari percepatan usia
Senin, 10 Juni 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Gangguan tidur, termasuk pernafasan saat tidur, setara dengan 215 hari percepata...
Ini manfaat konsumsi semangka bagi ibu hamil
Sabtu, 08 Juni 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Semangka kaya akan kandungan air, vitamin A, B kompleks dan C, magnesium se...
Lima tips detoks setelah `makan besar` Lebaran
Kamis, 06 Juni 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com - Hari Raya Idul Fitri seringkali menjadi momentum `makan besar` bagi para mu...
Usai Lebaran warga Makassar diminta mewaspadai diare
Selasa, 04 Juni 2019 - 07:11 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin meminta warga kota itu ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)