Senin, 15 Oktober 2018 | 16:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ini alasan Ma`ruf Amin bersedia jadi cawapres

Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:10 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
KH Ma`ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2Mhp5GX
KH Ma`ruf Amin. Sumber foto: https://bit.ly/2Mhp5GX

Elshinta.com - KH Ma`ruf Amin mengatakan, kesediaannya menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019, demi menjaga keutuhan bangsa.

"Saya bersedia menerima dan menjalankan amanah ini demi menjaga keutuhan bangsa, kedamaian untuk semua dan membangun ekonomi keumatan," kata Ma`ruf dalam jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (9/8) malam.

Ma`ruf pun ingin memanfaatkan peluang itu untuk membangun karakter budaya bangsa yang bertumpu pada pembangunan akhlak. "Saya bersyukur. Allah SWT memilih saya. Ini di luar dugaan," kata ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Ma`ruf Amin juga menyatakan, penunjukan dirinya sebagai cawapres pendamping Joko Widodo merupakan penghargaan kepada ulama. "Pilihan ini bukan semata-mata karena saya pribadi, tapi ini merupakan penghargaan terhadap ulama, terhadap Nahdlatul Ulama. Ini berarti Pak Jokowi menghargai NU, menghargai ulama," katanya. 

"Tentu ini harus dibalas dengan membantu dan mendukung beliau," imbuhnya. 

Secara khusus, Rais Aam PBNU itu juga menyatakan berterima kasih kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. "Cak Imin yang telah memperjuangkan saya. Motornya Cak Imin. Kalau tidak ada Cak Imin, saya tidak bisa jadi cawapresnya Pak Jokowi," katanya.

Kiai Ma`ruf juga berterima kasih kepada Jokowi yang memberikan kepercayaan kepadanya, serta kepada partai-partai yang mendukungnya untuk membantu tugas Jokowi ke depan.

"Terakhir, Anda semua, orang-orang yang mempunyai tugas berat sebagai garda terdepan untuk memenangkan perjuangan ini," katanya kepada para kader PKB, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 15 Oktober 2018 - 16:40 WIB

Bagaimana caranya menambah pelanggan baru? 

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 16:38 WIB

PMI bangun Klinik Lapangan di lokasi gempa dan tsunami Sulteng

Elshinta.com - KH Ma`ruf Amin mengatakan, kesediaannya menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019, demi menjaga keutuhan bangsa.

"Saya bersedia menerima dan menjalankan amanah ini demi menjaga keutuhan bangsa, kedamaian untuk semua dan membangun ekonomi keumatan," kata Ma`ruf dalam jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (9/8) malam.

Ma`ruf pun ingin memanfaatkan peluang itu untuk membangun karakter budaya bangsa yang bertumpu pada pembangunan akhlak. "Saya bersyukur. Allah SWT memilih saya. Ini di luar dugaan," kata ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Ma`ruf Amin juga menyatakan, penunjukan dirinya sebagai cawapres pendamping Joko Widodo merupakan penghargaan kepada ulama. "Pilihan ini bukan semata-mata karena saya pribadi, tapi ini merupakan penghargaan terhadap ulama, terhadap Nahdlatul Ulama. Ini berarti Pak Jokowi menghargai NU, menghargai ulama," katanya. 

"Tentu ini harus dibalas dengan membantu dan mendukung beliau," imbuhnya. 

Secara khusus, Rais Aam PBNU itu juga menyatakan berterima kasih kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. "Cak Imin yang telah memperjuangkan saya. Motornya Cak Imin. Kalau tidak ada Cak Imin, saya tidak bisa jadi cawapresnya Pak Jokowi," katanya.

Kiai Ma`ruf juga berterima kasih kepada Jokowi yang memberikan kepercayaan kepadanya, serta kepada partai-partai yang mendukungnya untuk membantu tugas Jokowi ke depan.

"Terakhir, Anda semua, orang-orang yang mempunyai tugas berat sebagai garda terdepan untuk memenangkan perjuangan ini," katanya kepada para kader PKB, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com