Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Miris, bocah kelas 5 SD diperkosa sembilan temannya hingga hamil

Jumat, 10 Agustus 2018 - 09:43 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AYxdb3
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AYxdb3

Elshinta.com - Polres Tolitoli berhasil mengungkap kasus perkosaan seorang siswi kelas 5 SD oleh sembilan temannya secara bergiliran hingga hamil di Tolitoli, Sulawesi tengah (Sulteng).

“Sudah satu kali gugurkan kandungan dan dibuang ke sungai,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, Kamis (9/8).

Pelaku pemerkosaan adalah sembilan bocah laki-laki yang sehari-hari menjadi teman bermain korban sekitar bulan Februari 2018.

“Korban melakukan persetubuhan tersebut dengan para terlapor karena korban dibujuk akan dipinjamkan sepeda,” kata dia, dikutip dari laman NTMC Polri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, sembilan orang tersebut melakukan persetubuhan terhadap korban karena sudah sering menonton film porno di handphone.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Polres Tolitoli berhasil mengungkap kasus perkosaan seorang siswi kelas 5 SD oleh sembilan temannya secara bergiliran hingga hamil di Tolitoli, Sulawesi tengah (Sulteng).

“Sudah satu kali gugurkan kandungan dan dibuang ke sungai,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, Kamis (9/8).

Pelaku pemerkosaan adalah sembilan bocah laki-laki yang sehari-hari menjadi teman bermain korban sekitar bulan Februari 2018.

“Korban melakukan persetubuhan tersebut dengan para terlapor karena korban dibujuk akan dipinjamkan sepeda,” kata dia, dikutip dari laman NTMC Polri.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, sembilan orang tersebut melakukan persetubuhan terhadap korban karena sudah sering menonton film porno di handphone.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com