Jokowi pilih Gedung Joang karena sejarah
Elshinta
Jumat, 10 Agustus 2018 - 10:41 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Jokowi pilih Gedung Joang karena sejarah
Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, pertimbangan nilai sejarah menjadi alasannya memilih Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, sebelum menuju ke Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Di pagi yang cerah ini saya beserta bapak Prof KH Ma'ruf Amin dari Gedung Joang 45 akan mendaftarkan diri menuju ke KPU," kata dia di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Dikatakannya, di masa lalu Gedung Joang ini adalah tempat di mana para pejuang-pejuang politik seperti Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik digembleng dari sisi politiknya.

Ia berharap masyarakat bisa kembali memilihnya untuk melanjutkan program kerjanya.

"Perjalanan kami berdua disertai seluruh partai pendukung, pengusung, relawan untuk mengawali perjalanan empat tahun yang lalu perjalanan menuju Indonesia maju," paparnya, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko. 

Ditambahkannya, "Dalam empat tahun ini Yang Maha Kuasa telah telah meletakkan pondasinya yang kokoh agar dapat bergerak, bahagia lebih cepat, bergerak lebih cepat di masa depan". 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saksi ahli: Hasil Situng tak untungkan salah satu capres
Kamis, 20 Juni 2019 - 15:15 WIB
Elshinta.com - Saksi ahli pihak termohon yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Marsudi Wahyu ...
Ahli: Situng yang dilihat masyarakat hanya cerminan
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:47 WIB
Elshinta.com - Ahli ilmu komputer Prof Marsudi Wahyu Kisworo menyatakan bahwa Sistem Infor...
Mendagri: Tidak ada penggelembungan data kependudukan
Kamis, 20 Juni 2019 - 13:47 WIB
Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan tidak ada penggele...
Sidang MK berlarut bukti Hakim MK terapkan filosofi `fair trial`
Kamis, 20 Juni 2019 - 13:35 WIB
Elshinta.com - Pemerhati politik Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian menilai proses ...
KPU: Tuntutan agar link berita jadi alat bukti tak berdasar
Selasa, 18 Juni 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ali Nurdin mengatakan bahwa dal...
Yusril: PHPU Pilpres bukan perselisihan konsepsi Ketuhanan
Selasa, 18 Juni 2019 - 12:59 WIB
Elshinta.com - Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma`ruf, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa hal...
Soal video Faldo Maldini, Waketum PAN: Kita harus apresiasi
Selasa, 18 Juni 2019 - 11:36 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto...
KPU sebut Ma`ruf tak langgar ketentuan Pemilu
Selasa, 18 Juni 2019 - 11:11 WIB
Elshinta.com - Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ali Nurdin menyatakan posisi ca...
Bima Arya: Usai putusan MK, PAN kembali tentukan arah
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto...
MK gelar sidang lanjutan sengketa Pilpres pagi ini
Selasa, 18 Juni 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara perselis...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono