Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:53 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

UKM / Inspirasi

Todo Shoes, teruskan bisnis sepatu dengan sentuhan millenial

Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:21 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Flora, pemilik Todo Shoes. Sumber foto: Reza/Elshinta
Flora, pemilik Todo Shoes. Sumber foto: Reza/Elshinta

Elshinta.com - Flora, perempuan berumur 27 tahun ini dengan mantap meneruskan bisnis sepatu ayahnya yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Bila ayahnya memproduksi sepatu kantoran jenis kulit sapi asli ini untuk brand lain, maka Flora sejak empat tahun lalu menciptakan brand sendiri dengan nama Todo Shoes. Filosofi namanya sederhana, berasal dari bahasa Inggris; to do yang berarti kerjakan.

Secara spesifik, ia menargetkan pasar millennial dengan tetap mempertahankan petuah ayahnya untuk menjaga kualitas, termasuk tetap menggunakan bahan baku kulit. Flora mengungkapkan bahwa kulit sapi memiliki kualitas yang lebih baik daripada bahan sinetis. Selain itu, masih banyak pula orang yang menginginkan kulit sapi asli untuk sepatu mereka. 

“Pertama mau preservasi dari orang tua, terus kedua kalau pakai kulit sapi itu kualitasnya jauh lebih bagus dari kulit sintetis,” ujar Flora saat ditemui di tempat workshopnya. Di tempat ini, kliennya terkadang menyempatkan diri untuk berkonsultasi mengenai jenis sepatu yang mereka inginkan. 

Dicari pengantin pria

Flora mengatakan, kebanyakan klien Todo Shoes adalah calon pengantin pria yang menginginkan tampil sempurna dengan sepatu yang bagus. Selain itu, ada pula yang khusus meminta agar sepatunya lebih tinggi karena calon mempelai wanita ingin memakai sepatu dengan hak tinggi. Desain sepatu kulitnya pun selalu berusaha mengikuti perkembangan zaman dengan menawarkan beberapa inovasi seperti adanya corak tertentu pada bodi sepatu.

Flora mengakui, inovasi pada sepatu pria khususnya sepatu formal seperti yang Ia buat ini memang tak sedinamis pada sepatu wanita. Bahkan, meskipun telah menyediakan aneka desain baru, konsumen terkadang menyukai desain sepatu yang klasik. “Kita memang membuat brand baru, khususnya untuk anak-anak muda, ciri khasnya lebih minimalis, lebih modern, lebih simpel tapi tetap klasik,” ujar Flora. 

Baca jugaPomne Craft, ketika hobi jadi bisnis yang menguntungkan

Ia menjelaskan, kualitas sepatu pria pada dasarnya dinilai dari dua hal yaitu daya tahan dan kenyamanan. “Kalau pria itu biasanya tidak terlalu gonta-ganti, berbeda dengan perempuan yang sedikit-sedikit ganti sepatu. Jadi yang dibutuhkan itu kenyamanan dan daya tahan.” Ujar Flora. 

Selain dua hal tersebut sangat bergantung pada kualitas bahan dan keterampilan pengrajin yang membuatnya. Terutama pada jahitan, kualitas pengrajin benar-benar diuji agar bisa menghasilkan jahitan sepatu yang rapi dan kuat. Pengrajin yang mengerjakan sepatu untuk Todo Shoes juga adalah pengrajin-pengrajin yang memang sudah berpengalaman di perusahaan ayahnya

Belajar dari sang ayah

Soal kualitas, Flora pun belajar banyak dari pengalaman bisnis ayahnya sejak 20 tahun lalu yang tetap bertahan hingga sekarang. Berdasarkan pengalamannya, laki-laki tetap memilih brand produk sepatu yang sama bila merasa sudah nyaman dengan sepatu itu. Karena itu, menjaga kepercayaan pelanggan adalah yang terpenting baginya. 

Meskipun ia mengembangkan apa yang telah dirintis ayahnya, kendala dalam proses produksi pun masih ada. Modal menjadi salah satu kendala utamanya, karena untuk memproduksi sepatu dibutuhkan modal yang cukup besar. Bahan baku yang didatangkan harus dalam jumlah yang besar. Terlebih lagi, Flora hanya menggunakan bahan baku kulit yang harganya jauh lebih tinggi daripada harga bahan baku sintetis. Ia juga harus berupaya agar mendapatkan bahan baku kulit yang cukup premium karena pasokan bahan baku untuk kelas ini lebih banyak diekspor ke luar negeri. 

Karena sebagian besar proses produksi sepatu Todo masih menggunakan keterampilan tangan manusia (handmade), produksi sepatu pun masih cukup terbatas. Proses pembuatan sepatu dimulai dari pembuatan pola pada lembaran kulit sapi yang sudah bersih. Dilanjutkan dengan pemotongan pola menjadi bagian-bagian sepatu. Kemudian bagian-bagian sepatu tersebut dijahit dengan sebaik mungkin. Bagian ini merupakan salah satu yang cukup vital karena berkaitan dengan daya tahan sepatu tersebut. 

Sepatu yang telah dijahit kemudian masuk ke proses di mana jahitan tersebut dibentuk agar pas dengan cetakan kaki (sulas). Pada bagian ini ditambahkan pula bagian dalam sepatu yang telah dibuat sebelumnya, disatukan menggunakan lem. Selanjutnya, sepatu yang sudah diterapkan ke dalam sulas lantas didiamkan selama dua hari dua malam. Quality Control harus dijalankan dengan baik karena ada saja kemungkinan sepatu yang tidak sesuai standarnya. 

Untuk Todo Shoes sendiri, saat ini masih memproduksi sekitar 50 buah sepatu tiap bulannya. Sementara itu, harga sebuah sepatu Todo dibandrol mulai dari Rp680.000. Menurut Flora, untuk harga seperti ini masih bisa bersaing dengan produk lain terutama yang berasal dari luar negeri. “Brand luar kan harganya jauh di atas itu, kami bisa berikan produk yang sama dengan brand luar tapi harganya yang lebih bersahabat,” ujarnya. 

Ia memang menargetkan segmentasi pembeli produknya untuk kalangan menengah dan menengah atas. Di kategori tersebut menurutnya, persaingannya justru tak begitu ketat. Persaingan yang cukup sengit terjadi pada kategori sepatu yang berbahan baku sintetis yang lebih murah. Kedepan ia ingin agar terus bisa mengembangkan workshopnya tersebut. 

Meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh orang tua memang sesuatu yang sangat positif. Baik dari sisi modal maupun ilmu nya, tidak perlu memulai dari nol. Dengan sentuhan kreativitas anak muda seperti Flora, produk sepatu kulit yang selama 20 tahun ayahnya produksi untuk pihak lain, kini bisa dijual dengan brand sendiri. Tentu dengan nilai jual yang lebih tinggi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Amerika | 18 Agustus 2018 - 19:38 WIB

PBB: Anak yang dideportasi dari Meksiko dan AS hadapi stigma

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 19:29 WIB

Voli pantai putra terbagi delapan grup, putri empat grup

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 19:12 WIB

Wishnutama ungkap 1,5 tahun persiapan upacara pembukaan Asian Games

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 18:55 WIB

Panglima TNI larang drone saat VVIP hadiri pembukaan Asian Games

Asian Games 2018 | 18 Agustus 2018 - 18:25 WIB

Kapolri: Tidak ada demo selama Asian Games

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com