Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Properti

Pemilu 2019 pengaruhi properti sektor menengah-atas

Jumat, 10 Agustus 2018 - 13:45 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AZ3leF
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AZ3leF

Elshinta.com - Konsultan properti Colliers International menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 akan lebih mempengaruhi kondisi properti di sektor menengah ke atas dibandingkan properti bagi kalangan kelas pekerja.

"Tentunya pengaruh sektor politik lebih kepada properti menengah atas dan korporat," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto ketika dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (10/8).

Ferry menjelaskan, pengaruh properti itu karena biasanya masyarakat berpenghasilan di bawah rata-rata, biasanya kebutuhan untuk memiliki rumah adalah karena mereka memang memerlukannya, sedangkan bagi kalangan menengah-atas dan pihak korporat biasanya untuk tujuan investasi.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa iklim investasi juga sangat tergantung kepada situasi perpolitikan seperti pemilu yang berlangsung di suatu negara.

Untuk saat ini, lanjut Ferry, sebenarnya sudah banyak investor asing yang memiliki modal besar untuk memasuki pasar properti nasional. Namun, saat ini banyak investor yang masih bersikap "wait and see" untuk melihat hasil pemilu yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2019.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 Oktober 2018 - 21:59 WIB

LPSK imbau seluruh pihak lawan serangan terhadap ahli

Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Elshinta.com - Konsultan properti Colliers International menyatakan pelaksanaan Pemilu 2019 akan lebih mempengaruhi kondisi properti di sektor menengah ke atas dibandingkan properti bagi kalangan kelas pekerja.

"Tentunya pengaruh sektor politik lebih kepada properti menengah atas dan korporat," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto ketika dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (10/8).

Ferry menjelaskan, pengaruh properti itu karena biasanya masyarakat berpenghasilan di bawah rata-rata, biasanya kebutuhan untuk memiliki rumah adalah karena mereka memang memerlukannya, sedangkan bagi kalangan menengah-atas dan pihak korporat biasanya untuk tujuan investasi.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa iklim investasi juga sangat tergantung kepada situasi perpolitikan seperti pemilu yang berlangsung di suatu negara.

Untuk saat ini, lanjut Ferry, sebenarnya sudah banyak investor asing yang memiliki modal besar untuk memasuki pasar properti nasional. Namun, saat ini banyak investor yang masih bersikap "wait and see" untuk melihat hasil pemilu yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2019.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com