Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Bupati Langkat terima desain sosial dari aktivis budaya Sumut

Jumat, 10 Agustus 2018 - 14:44 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Aktivis kebudayaan Sumatera Utara menyerahkan desain sosial kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, di kediaman bupati Desa Sei Limbat Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (9/8).

Penyerahan tersebut disampaikan Tengku Zainuddin selaku pembina Lingkar Nalar Boemi Poetra didampingi pemimpin kegitan Alexander Chrisse Ginting Munthe. 

Zainuddin menjelaskan bahwa Lingkar Nalar Boemi Poetra sebagai wadah aktivis kebudayaan di Sumatera Utara, yang menganggap kalau pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadaannya. Selain dari pada itu telah terjadi penyimpangan budaya dalam bentuk ujaran kebencian, yang menurutnya hanya dapat dinetralisir melalui ujaran yang baik. 

Dimana menurutnya, salah satunya melalui pantun dalam menyampaikannya. Untuk itu lingkar nalar mengeluarkan produk yang diberi nama desain sosial dan memilih Kabupaten Langkat sebagai objek penelitian serta sebagai pemimpin kegiatan dipercayakan kepada Chrisse Ginting Munthe.

Lebih lanjut Tengku Zainuddin menambahkan, sederhananya desain sosial ini mengarahkan para guru beserta peserta didik disekolah untuk dapat menggunakan waktu persiapan belajar dan pada akhir pelajaran untuk menyampaikan pantun dimaksud. 

Sementara itu, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menyambut baik adanya penelitian tentang budaya di daerah Kabupaten Langkat. "Saya merasa bangga karena masih ada orang muda yang mau bergiat dalam bidang budaya," ujar Bupati kepada Kontributor Elshinta, M Salim.

Ngogesa juga menyampaikan kalau Pemerintah Kabupaten Langkat tetap memberikan ruang dan waktu untuk terlibat dan hal ini sudah menjadi kebiasaan pantun dimaktubkan dipidato Kedinasan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Aktivis kebudayaan Sumatera Utara menyerahkan desain sosial kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, di kediaman bupati Desa Sei Limbat Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (9/8).

Penyerahan tersebut disampaikan Tengku Zainuddin selaku pembina Lingkar Nalar Boemi Poetra didampingi pemimpin kegitan Alexander Chrisse Ginting Munthe. 

Zainuddin menjelaskan bahwa Lingkar Nalar Boemi Poetra sebagai wadah aktivis kebudayaan di Sumatera Utara, yang menganggap kalau pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadaannya. Selain dari pada itu telah terjadi penyimpangan budaya dalam bentuk ujaran kebencian, yang menurutnya hanya dapat dinetralisir melalui ujaran yang baik. 

Dimana menurutnya, salah satunya melalui pantun dalam menyampaikannya. Untuk itu lingkar nalar mengeluarkan produk yang diberi nama desain sosial dan memilih Kabupaten Langkat sebagai objek penelitian serta sebagai pemimpin kegiatan dipercayakan kepada Chrisse Ginting Munthe.

Lebih lanjut Tengku Zainuddin menambahkan, sederhananya desain sosial ini mengarahkan para guru beserta peserta didik disekolah untuk dapat menggunakan waktu persiapan belajar dan pada akhir pelajaran untuk menyampaikan pantun dimaksud. 

Sementara itu, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menyambut baik adanya penelitian tentang budaya di daerah Kabupaten Langkat. "Saya merasa bangga karena masih ada orang muda yang mau bergiat dalam bidang budaya," ujar Bupati kepada Kontributor Elshinta, M Salim.

Ngogesa juga menyampaikan kalau Pemerintah Kabupaten Langkat tetap memberikan ruang dan waktu untuk terlibat dan hal ini sudah menjadi kebiasaan pantun dimaktubkan dipidato Kedinasan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com