Bupati Langkat terima desain sosial dari aktivis budaya Sumut
Jumat, 10 Agustus 2018 - 14:44 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Aktivis kebudayaan Sumatera Utara menyerahkan desain sosial kepada Bupati Langkat Ngogesa Sitepu, di kediaman bupati Desa Sei Limbat Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Kamis (9/8).

Penyerahan tersebut disampaikan Tengku Zainuddin selaku pembina Lingkar Nalar Boemi Poetra didampingi pemimpin kegitan Alexander Chrisse Ginting Munthe. 

Zainuddin menjelaskan bahwa Lingkar Nalar Boemi Poetra sebagai wadah aktivis kebudayaan di Sumatera Utara, yang menganggap kalau pantun butuh ruang dan waktu dalam keberadaannya. Selain dari pada itu telah terjadi penyimpangan budaya dalam bentuk ujaran kebencian, yang menurutnya hanya dapat dinetralisir melalui ujaran yang baik. 

Dimana menurutnya, salah satunya melalui pantun dalam menyampaikannya. Untuk itu lingkar nalar mengeluarkan produk yang diberi nama desain sosial dan memilih Kabupaten Langkat sebagai objek penelitian serta sebagai pemimpin kegiatan dipercayakan kepada Chrisse Ginting Munthe.

Lebih lanjut Tengku Zainuddin menambahkan, sederhananya desain sosial ini mengarahkan para guru beserta peserta didik disekolah untuk dapat menggunakan waktu persiapan belajar dan pada akhir pelajaran untuk menyampaikan pantun dimaksud. 

Sementara itu, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu menyambut baik adanya penelitian tentang budaya di daerah Kabupaten Langkat. "Saya merasa bangga karena masih ada orang muda yang mau bergiat dalam bidang budaya," ujar Bupati kepada Kontributor Elshinta, M Salim.

Ngogesa juga menyampaikan kalau Pemerintah Kabupaten Langkat tetap memberikan ruang dan waktu untuk terlibat dan hal ini sudah menjadi kebiasaan pantun dimaktubkan dipidato Kedinasan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 21 TPS dikabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan penghitungan surat suar...
Rabu, 24 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak terjebak dalam perse...
Rabu, 24 April 2019 - 19:59 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) malam, pukul 19:45:04 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Rabu, 24 April 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan bahwa tidak...
Rabu, 24 April 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Adanya pengakuan sebagai penganut kepercayaan oleh pemerintah pasca putusan...
Rabu, 24 April 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu menganggap saat in...
Rabu, 24 April 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Pengamat Politik UIN Jakarta A Bakir Ihsan meminta semua pihak untuk memercayai ...
Rabu, 24 April 2019 - 17:08 WIB
Elshinta.com - Kapolres Indramayu, Jawa Barat, AKBP M Yoris MY Marzuki menyebutkan ba...
Rabu, 24 April 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Hingga Rabu (24/4) sore, pukul 17:00:03 WIB, data yang masuk di Sistem Informasi...
Rabu, 24 April 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) belum menerima surat atau pemberitahuan resmi t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)