Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gempa susulan tewaskan lima orang

Jumat, 10 Agustus 2018 - 14:55 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Korban gempa Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2MdFBaV
Korban gempa Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2MdFBaV

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat jumlah korban meninggal dunia korban gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 pada Kamis (9/8) siang, sebanyak lima orang.

"Dengan demikian, total korban gempa bumi di Kota Mataram tercatat sebanyak 11 orang," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito kepada Antara di Mataram, Jumat (10/8).

Berdasarkan data dari posko penanganan bencana pemerintah kota menyebutkan, sebanyak lima orang korban meninggal dunia akibat gempa susulan itu adalah Erna Wati (47) dari Lingkungan Karang Baru, meninggal karena tertimpa bangunan kanopi, Hj Maemunah (70) dari Lingkungan Tembelok dan Ni Luh Renpi dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena serangan jantung. "Hj Maemunah dan Ni Luh Renpi ini mengalami syok karena gempa susulan," ujarnya.

Sementara dua korban lainnya, yakni Ainsa (70) dari Lingkungan Pengempel dan Zulhadi (35) dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena tertimpa tembok.

"Pemerintah kota, tetap akan memberikan santunan bela sungkawa bagi keluarga korban yang ditinggalkan seperti halnya enam korban gempa bumi M 7," katanya.

Eko mengatakan, gempa susulan pada M 6,2 ini juga menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap jumlah pengungsi di Kota Mataram hingga lebih 50 persen. Di mana jumlah pengungsi sebelumnya dari 39 ribu jiwa lebih, menjadi 66.674 jiwa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:31 WIB

Presiden tegur manajemen sistem BPJS Kesehatan

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat jumlah korban meninggal dunia korban gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 pada Kamis (9/8) siang, sebanyak lima orang.

"Dengan demikian, total korban gempa bumi di Kota Mataram tercatat sebanyak 11 orang," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito kepada Antara di Mataram, Jumat (10/8).

Berdasarkan data dari posko penanganan bencana pemerintah kota menyebutkan, sebanyak lima orang korban meninggal dunia akibat gempa susulan itu adalah Erna Wati (47) dari Lingkungan Karang Baru, meninggal karena tertimpa bangunan kanopi, Hj Maemunah (70) dari Lingkungan Tembelok dan Ni Luh Renpi dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena serangan jantung. "Hj Maemunah dan Ni Luh Renpi ini mengalami syok karena gempa susulan," ujarnya.

Sementara dua korban lainnya, yakni Ainsa (70) dari Lingkungan Pengempel dan Zulhadi (35) dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena tertimpa tembok.

"Pemerintah kota, tetap akan memberikan santunan bela sungkawa bagi keluarga korban yang ditinggalkan seperti halnya enam korban gempa bumi M 7," katanya.

Eko mengatakan, gempa susulan pada M 6,2 ini juga menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap jumlah pengungsi di Kota Mataram hingga lebih 50 persen. Di mana jumlah pengungsi sebelumnya dari 39 ribu jiwa lebih, menjadi 66.674 jiwa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 10:07 WIB

17 Oktober 1952: demo tuntut DPRS dibubarkan

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:55 WIB

Dibutuhkan 18 ribu tenda untuk pengungsi Sulteng

Rabu, 17 Oktober 2018 - 07:42 WIB

Dua jenazah korban gempa Sulteng kembali ditemukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com