Jumat, 14 Desember 2018 | 06:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Ketua kampanye Jokowi-Ma`ruf disebut berinisial `M`

Jumat, 10 Agustus 2018 - 15:04 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin beserta ketum parpol di KPU, Jumat (10/8). Sumber Foto: https://bit.ly/2McZfnu
Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin beserta ketum parpol di KPU, Jumat (10/8). Sumber Foto: https://bit.ly/2McZfnu

Elshinta.com - Ketua tim kampanye nasional pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin disebut berinisial "M" dan seorang yang berasal dari luar Jawa.

"Bapak Jokowi dan KH Ma`ruf Amin ini putra Jateng dan Banten, maka tim koalisi nasional dipimpin putra terbaik dari luar Jawa. Inisialnya M lagi. Depannya M lagi. Kita tunggu saja. Kami akan menyampaikan dalam waktu dekat," ujar Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8).

Romahurmuziy mengatakan tokoh berinisial M tersebut merupakan seseorang yang senior dalam pemerintahan, dan turut mengawal program-program pemerintahan Jokowi selama ini.

Sosok tersebut diyakini dapat mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada dalam koalisi partai politik pengusung Jokowi-Ma`ruf Amin dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kalangan.

Pihaknya telah memohon kesediaan dan terus melakukan komunikasi dengan sosok tersebut untuk menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma`ruf Amin.

Sementara itu, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla yang sempat diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin dalam kampanye Pilpres 2019 lebih memilih untuk fokus melaksanakan tugas pemerintahan. "Bukannya menolak, tetapi Pak JK memilih menjadi penjaga gawang saja," kata Juru Bicara Wapres Husain Abdullah, sepeti dikutip Antara.

Husain mengatakan Wapres Jusuf Kalla lebih mempertimbangkan kepentingan umum bangsa dan negara dibanding kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga JK memilih tetap konsisten melaksanakan pemerintahan hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK, tanpa harus terlibat dalam kegiatan pilpres.

Dengan tidak terlibat dalam tim pemenangan kampanye Jokowi-Ma`ruf Amin tersebut, JK dapat mengendalikan pemerintahan saat Jokowi cuti kampanye nanti sehingga tidak ada kekosongan pemerintahan di pusat selama kampanye pilpres.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 14 Desember 2018 - 06:26 WIB

TNI berencana ambil alih pembangunan Trans Papua

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 06:14 WIB

TNI evakuasi enam pekerja terjebak di hutan hindari KKB

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Elshinta.com - Ketua tim kampanye nasional pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma`ruf Amin disebut berinisial "M" dan seorang yang berasal dari luar Jawa.

"Bapak Jokowi dan KH Ma`ruf Amin ini putra Jateng dan Banten, maka tim koalisi nasional dipimpin putra terbaik dari luar Jawa. Inisialnya M lagi. Depannya M lagi. Kita tunggu saja. Kami akan menyampaikan dalam waktu dekat," ujar Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8).

Romahurmuziy mengatakan tokoh berinisial M tersebut merupakan seseorang yang senior dalam pemerintahan, dan turut mengawal program-program pemerintahan Jokowi selama ini.

Sosok tersebut diyakini dapat mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada dalam koalisi partai politik pengusung Jokowi-Ma`ruf Amin dan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kalangan.

Pihaknya telah memohon kesediaan dan terus melakukan komunikasi dengan sosok tersebut untuk menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma`ruf Amin.

Sementara itu, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla yang sempat diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin dalam kampanye Pilpres 2019 lebih memilih untuk fokus melaksanakan tugas pemerintahan. "Bukannya menolak, tetapi Pak JK memilih menjadi penjaga gawang saja," kata Juru Bicara Wapres Husain Abdullah, sepeti dikutip Antara.

Husain mengatakan Wapres Jusuf Kalla lebih mempertimbangkan kepentingan umum bangsa dan negara dibanding kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga JK memilih tetap konsisten melaksanakan pemerintahan hingga akhir masa pemerintahan Jokowi-JK, tanpa harus terlibat dalam kegiatan pilpres.

Dengan tidak terlibat dalam tim pemenangan kampanye Jokowi-Ma`ruf Amin tersebut, JK dapat mengendalikan pemerintahan saat Jokowi cuti kampanye nanti sehingga tidak ada kekosongan pemerintahan di pusat selama kampanye pilpres.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Rabu, 12 Desember 2018 - 08:30 WIB

Sumbar peringkat ketiga nasional rawan Pemilu

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soeharto dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com