Jumat, 14 Desember 2018 | 06:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Dishub ingatkan pemalsuan nomor polisi untuk ganjil genap masuk pidana

Jumat, 10 Agustus 2018 - 15:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KH4Nle
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KH4Nle

Elshinta.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan pelat nomor kendaraan palsu karena dapat masuk ke ranah pidana.

"Pemalsuan pelat kendaraan bisa masuk ke ranah pidana," ujar Sigit Wijatmoko, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Kamis (9/8).

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengingatkan para pengendara, khususnya roda empat yang melintas di jalur perluasan ganji genap tidak menggunakan nomor polisi palsu.

Sebab, lanjut dia, pelanggar ganjil genap yang menggunakan pelat nomor palsu bisa dikenakan hukum pidana sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman kurungan paling lama dua bulan dan denda Rp500 ribu.

"Karena hukum itu juga harus mengedukasi, teman-teman di kepolisian masih memberi toleransi kepada pelanggar dengan memberi denda maksimal tilang," tandasnya, demikian dihimpun laman Berita Jakarta.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 14 Desember 2018 - 06:26 WIB

TNI berencana ambil alih pembangunan Trans Papua

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 06:14 WIB

TNI evakuasi enam pekerja terjebak di hutan hindari KKB

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Elshinta.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan pelat nomor kendaraan palsu karena dapat masuk ke ranah pidana.

"Pemalsuan pelat kendaraan bisa masuk ke ranah pidana," ujar Sigit Wijatmoko, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Kamis (9/8).

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengingatkan para pengendara, khususnya roda empat yang melintas di jalur perluasan ganji genap tidak menggunakan nomor polisi palsu.

Sebab, lanjut dia, pelanggar ganjil genap yang menggunakan pelat nomor palsu bisa dikenakan hukum pidana sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman kurungan paling lama dua bulan dan denda Rp500 ribu.

"Karena hukum itu juga harus mengedukasi, teman-teman di kepolisian masih memberi toleransi kepada pelanggar dengan memberi denda maksimal tilang," tandasnya, demikian dihimpun laman Berita Jakarta.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com