Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Dishub ingatkan pemalsuan nomor polisi untuk ganjil genap masuk pidana

Jumat, 10 Agustus 2018 - 15:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KH4Nle
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2KH4Nle

Elshinta.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan pelat nomor kendaraan palsu karena dapat masuk ke ranah pidana.

"Pemalsuan pelat kendaraan bisa masuk ke ranah pidana," ujar Sigit Wijatmoko, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Kamis (9/8).

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengingatkan para pengendara, khususnya roda empat yang melintas di jalur perluasan ganji genap tidak menggunakan nomor polisi palsu.

Sebab, lanjut dia, pelanggar ganjil genap yang menggunakan pelat nomor palsu bisa dikenakan hukum pidana sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman kurungan paling lama dua bulan dan denda Rp500 ribu.

"Karena hukum itu juga harus mengedukasi, teman-teman di kepolisian masih memberi toleransi kepada pelanggar dengan memberi denda maksimal tilang," tandasnya, demikian dihimpun laman Berita Jakarta.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan pelat nomor kendaraan palsu karena dapat masuk ke ranah pidana.

"Pemalsuan pelat kendaraan bisa masuk ke ranah pidana," ujar Sigit Wijatmoko, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Kamis (9/8).

Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mengingatkan para pengendara, khususnya roda empat yang melintas di jalur perluasan ganji genap tidak menggunakan nomor polisi palsu.

Sebab, lanjut dia, pelanggar ganjil genap yang menggunakan pelat nomor palsu bisa dikenakan hukum pidana sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman kurungan paling lama dua bulan dan denda Rp500 ribu.

"Karena hukum itu juga harus mengedukasi, teman-teman di kepolisian masih memberi toleransi kepada pelanggar dengan memberi denda maksimal tilang," tandasnya, demikian dihimpun laman Berita Jakarta.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com