Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:01 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Jelang Pilpres 2019

Sekjen KNPI dorong KPU sosialisasikan pemilu ke pemilih pemula

Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:17 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Fendi Lesmana/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mengambil kebijakan yang efektif untuk mendongkrak suara pemilih pemula pada Pilpres 2019 mendatang. 

Demikian disampaikan Dr Ilyas Indra disela-sela usai mengikuti kegiatan Seminar Motivasi Nasional di Convention Hall area lokasi Wisata Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (10/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Ilyas Indra menilai, saat ini presentasi daya pilih para pemilih pemula khususnya para pemuda masih terbilang rendah. Jika dipresentasekan ada sekitar 40 sampai 50 persen. "Emansipasi politik suara grass Milenial cenderung apatis terhadap politik. Persentase daya pilih mereka rendah," terang Ilyas Indra.

Ia berharap dengan gencarnya pemanfaatan teknologi digital yang sekarang ini berkembang, nantinya bisa mendongkrak suara partisipasi pemula ditingkat pelajar remaja, mau pun Mahasiswa.

Ia melihat saat ini banyak partai politik yang memanfaatkan era teknologi digital untuk menjaring suara para pemuda. Menurutnya perkembangan teknologi digital sangat mempengaruhi siklus Politik. "Partai politik mulai masuk ke pasar mereka, digital mempengaruhi siklus politik. Infomasi begitu cepat sekarang, tetapi secara matrik, kan anak anak muda tingkat partisipasi terhadap politik masih rendah. Tingkat Golputnya masih tingi. Mereka paling bisa 40, 50 persen," paparnya. 

Atas permasalahan ini, dirinya mendorong kepada Lembaga KPU untuk segera meningkatkan kinerja sosialisasi mereka. Ia menyarankan KPU bisa menggandeng Dinas Pendidikan mau pun Perguruan Tinggi. "Suaranya mempengaruhi roda politik lima tahun ke depan." 

Meski demikian ia tidak menampik jika sekarang ini banyak bermunculan para pemuda yang berani terjun ke kancah politik dengan memilih bergabung ke sejumlah Parpol. "Kalau ditingkatan Partai Politik sudah banyak, anak anak KNPI banyak yang aktif diberbagai Parpol. Usia usia muda juga banyak," pungkasnya. 

Indikasi tersebut dapat dilihat dari banyaknya partisipasi pemuda yang ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon legeslatif di KPU saat ini. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:48 WIB

NTB ingin percepat pencairan bantuan korban gempa

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mengambil kebijakan yang efektif untuk mendongkrak suara pemilih pemula pada Pilpres 2019 mendatang. 

Demikian disampaikan Dr Ilyas Indra disela-sela usai mengikuti kegiatan Seminar Motivasi Nasional di Convention Hall area lokasi Wisata Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (10/8), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Ilyas Indra menilai, saat ini presentasi daya pilih para pemilih pemula khususnya para pemuda masih terbilang rendah. Jika dipresentasekan ada sekitar 40 sampai 50 persen. "Emansipasi politik suara grass Milenial cenderung apatis terhadap politik. Persentase daya pilih mereka rendah," terang Ilyas Indra.

Ia berharap dengan gencarnya pemanfaatan teknologi digital yang sekarang ini berkembang, nantinya bisa mendongkrak suara partisipasi pemula ditingkat pelajar remaja, mau pun Mahasiswa.

Ia melihat saat ini banyak partai politik yang memanfaatkan era teknologi digital untuk menjaring suara para pemuda. Menurutnya perkembangan teknologi digital sangat mempengaruhi siklus Politik. "Partai politik mulai masuk ke pasar mereka, digital mempengaruhi siklus politik. Infomasi begitu cepat sekarang, tetapi secara matrik, kan anak anak muda tingkat partisipasi terhadap politik masih rendah. Tingkat Golputnya masih tingi. Mereka paling bisa 40, 50 persen," paparnya. 

Atas permasalahan ini, dirinya mendorong kepada Lembaga KPU untuk segera meningkatkan kinerja sosialisasi mereka. Ia menyarankan KPU bisa menggandeng Dinas Pendidikan mau pun Perguruan Tinggi. "Suaranya mempengaruhi roda politik lima tahun ke depan." 

Meski demikian ia tidak menampik jika sekarang ini banyak bermunculan para pemuda yang berani terjun ke kancah politik dengan memilih bergabung ke sejumlah Parpol. "Kalau ditingkatan Partai Politik sudah banyak, anak anak KNPI banyak yang aktif diberbagai Parpol. Usia usia muda juga banyak," pungkasnya. 

Indikasi tersebut dapat dilihat dari banyaknya partisipasi pemuda yang ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon legeslatif di KPU saat ini. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com