Gempa susulan rusak kantor Wali Kota Mataram
Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:06 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KJAmLd

Elshinta.com - Akibat gempa susulan 6,2 Magnitudo pada Kamis (9/8) siang, menyebabkan kondisi kantor Wali Kota Mataram menjadi rusak berat, sehingga para pejabat dan aparatur sipil negara setempat tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram  Effendi Eko Saswito di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8) mengatakan, saat gempa 7,0 Magnitudo pada Minggu  (5/8), gedung kantor wali kota masih dapat digunakan khususnya lantai 1 dan 2.

"Tetapi, setelah terjadi gempa susulan kemarin, kondisi lantai 2 dan lantai 3 hampir semua rusak berat. Apalagi saat gempa terjadi, jam kerja masih berlangsung sehingga banyak ASN yang trauma," katanya, seperti dikutip Antara.

Dengan demikian, baik wali kota, wakil wali kota termasuk sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di sekretariat dan ASN, sudah tidak ada yang berani masuk ruangan.

Karena itu, Sekda, segera akan berkoordinasi dengan kepala daerah terkait keberlanjutan aktivitas di kantor wali kota. "Pascagempa 7,0 Magnitudo, setiap hari kami melakukan rapat koordinasi di luar ruangan yakni di halaman kantor wali kota," katanya.

Ia masih mempertimbangkan, apakah sejumlah OPD yang menempati gedung kantor wali kota akan tetap berkantor di lokasi semula dengan memberikan pelayanan di luar ruangan atau harus mencari kantor lain. "Kita perlu mendengar kebijakan seperti apa yang akan diambil kepala daerah.

Kalau untuk kantor OPD-OPD lainnya, sejauh ini kondisinya tidak ada masalah hanya ada perbaikan sedikit dan masih bisa beraktivitas," katanya.

Dengan demikian, pelayanan pada OPD-OPD lainnya tetap jalan serta menyesuaikan sebagaimana mestinya.

Sementara menyinggung tentang kehadiran ASN pascagempa bumi, Sekda mengatakan, sampai hari ini pemerintah kota masih dapat memaklumi kondisi para ASN sehingga tingkat kehadiran ASN tidak terlalu ketat. "Kita masih mentoleransi ASN tidak masuk kantor, sebab ASN juga tidak ada yang berani masuk ruangan dan sistem absensi finger print juga rusak total," katanya.

Selain itu, kemungkinan ada ASN atau keluarganya yang menjadi korban sehingga membutuhkan perhatian atau bahkan masih ada ASN di tempat pengungsian. "PNS harus ikut terlibat dan berkontribusi terhadap bencana yang saat ini sedang melanda kota ini," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, beserta TNI-...
Kamis, 21 Maret 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com -Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sentani Direktorat Jenderal Perhubungan Ud...
Kamis, 21 Maret 2019 - 10:21 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 21 Maret 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 orang atau 85 kepala keluarga di sejumlah kampung Distrik Rave...
Kamis, 21 Maret 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Penanganan darurat dampak banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Pr...
Rabu, 20 Maret 2019 - 17:00 WIB
Elshinta.com -Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 12:54 WIB
Elshinta.com Hampir 11.000 warga di kaki Gunung Cycloop, Sentani, Jayapura, Papua masih mengung...
Rabu, 20 Maret 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Sejumlah warga yang terdampak luapan air Danau Sentani di Provinsi Papua me...
Rabu, 20 Maret 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal meminta agar seluruh pihak segera melaku...
Rabu, 20 Maret 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengklaim bahwa Tim K-9 (anjin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)