NASA akan luncurkan wahana pemantau korona Matahari
Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Matahari. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoPIh

Elshinta.com - Seandainya kondisi cuaca dan semua rencana berjalan lancar, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan meluncurkan sebuah wahana antariksa ke matahari.

Wahana antariksa bernama The Parker Solar Probe akan mengorbit dan memantau pusat tata surya itu dari jarak dekat yang belum pernah dicapai wahana antariksa sebelumnya. Wahana antariksa tersebut dibuat untuk dapat menahan suhu panas ekstrem hingga 1.370 Celsius agar dapat mengumpulkan data serta gambar dari atmosfer matahari yang dikenal sebagai korona.

The Parker Solar Probe juga memiliki kecepatan hingga 692 Kilometer per jam, menjadikan wahana ini ebagai wahana luar angkasa tercepat buatan manusia. Kecepatan wahana ini mampu membuat waktu perjalanan antara Philadelphia dengan Washington DC hanya dalam hitungan detik.

NASA berencana menggunakan data tersebut untuk bagaimana mengantisipasi angin matahari yang dihasilkan dari korona. Umumnya angin matahari yang kuat dapat mengubah orbit satelit, mengganggu instrumennya dan bahkan memengaruhi sistem pembangkit listrik di Bumi. Jika manusia ingin mengeksplorasi antariksa lebih jauh pada waktu mendatang, manusia perlu meneliti terlebih dahulu bagaimana angin matahari dapat memengaruhi wahana antariksa.

Selain itu, perlu juga untuk mengamati lebih dekat matahari sebagai pusat tata surya terdekat dari Bumi sebelum meneliti lebih banyak mengenai pusat-pusat tata surya lainnya di alam semesta ini. Pada akhirnya, penelitian mengenai matahari bisa mengungkap asal usul kehidupan di Bumi, mengingat pusat tata surya tersebut merupakan sumber cahaya dan panas bagi planet biru.

Sebelum Parker Solar Probe bisa mengorbit di atas atmosfer matahari dengan jarak 3,83 juta mil, wahana itu terlebih dahulu akan mengelilingi pusat tata surya tersebut selama tujuh tahun. Parker Solar Probe akan menggunakan daya gravitasi dari Venus untuk terbang mendekati matahari dalam setiap orbitnya sambil meningkatkan kecepatannya. Pada saat wahana ini mencapai orbit finalnya, Parker Solar Probe akan mengorbit matahari secara dekat dengan kecepatan 692 Kilometer per jam.   

Wahana antariksa Parker mampu menahan sengatan suhu panas ekstrem matahari, berkat pelindung panas yang terbuat dari busa serta lempeng komposit karbon. Sejumlah instrumennya menggunakan logam alloy tahan panas ekstrem dan sistem pendingin efektif yang dapat membuat instrumen, mekanisme, dan program tetap dingin serta berfungsi.

NASA akan meluncurkan Parker melalui roket United Launch Alliance Delta IV Heavy dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 11 Agustus pukul 03:33 waktu setempat. Demikian dilansir Antara dari engadget.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 19 Februari 2019 - 18:19 WIB
Elshinta.com -Ada sekitar 457 jenis nyamuk di Indonesia namun hanya sebagian kecil yang mengang...
Sabtu, 16 Februari 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com -Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, meluncurkan wisata Gerhana Matahari Cin...
Rabu, 13 Februari 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyebut...
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karna...
Minggu, 20 Januari 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com -Fenomena supermoon yang terjadi bersamaan dengan gerhana bulan total pada 19-22 J...
Minggu, 13 Januari 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indones...
Rabu, 26 Desember 2018 - 11:25 WIB
Elshinta.com - Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan sisa bangunan beserta eksteri...
Senin, 10 Desember 2018 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dengan kemajuan teknologi, pekerj...
Selasa, 27 November 2018 - 17:51 WIB
Elshinta.com - Masih banyak dosen yang melakukan penelitian hanya sampai ke jurnal setelah...
Selasa, 27 November 2018 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Robot InSight milik NASA sukses mendarat di planet Mars. Green Day mengu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once