Rabu, 12 Desember 2018 | 20:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Sains

NASA akan luncurkan wahana pemantau korona Matahari

Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:28 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Matahari. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoPIh
Matahari. Sumber Foto: https://bit.ly/2MfoPIh

Elshinta.com - Seandainya kondisi cuaca dan semua rencana berjalan lancar, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan meluncurkan sebuah wahana antariksa ke matahari.

Wahana antariksa bernama The Parker Solar Probe akan mengorbit dan memantau pusat tata surya itu dari jarak dekat yang belum pernah dicapai wahana antariksa sebelumnya. Wahana antariksa tersebut dibuat untuk dapat menahan suhu panas ekstrem hingga 1.370 Celsius agar dapat mengumpulkan data serta gambar dari atmosfer matahari yang dikenal sebagai korona.

The Parker Solar Probe juga memiliki kecepatan hingga 692 Kilometer per jam, menjadikan wahana ini ebagai wahana luar angkasa tercepat buatan manusia. Kecepatan wahana ini mampu membuat waktu perjalanan antara Philadelphia dengan Washington DC hanya dalam hitungan detik.

NASA berencana menggunakan data tersebut untuk bagaimana mengantisipasi angin matahari yang dihasilkan dari korona. Umumnya angin matahari yang kuat dapat mengubah orbit satelit, mengganggu instrumennya dan bahkan memengaruhi sistem pembangkit listrik di Bumi. Jika manusia ingin mengeksplorasi antariksa lebih jauh pada waktu mendatang, manusia perlu meneliti terlebih dahulu bagaimana angin matahari dapat memengaruhi wahana antariksa.

Selain itu, perlu juga untuk mengamati lebih dekat matahari sebagai pusat tata surya terdekat dari Bumi sebelum meneliti lebih banyak mengenai pusat-pusat tata surya lainnya di alam semesta ini. Pada akhirnya, penelitian mengenai matahari bisa mengungkap asal usul kehidupan di Bumi, mengingat pusat tata surya tersebut merupakan sumber cahaya dan panas bagi planet biru.

Sebelum Parker Solar Probe bisa mengorbit di atas atmosfer matahari dengan jarak 3,83 juta mil, wahana itu terlebih dahulu akan mengelilingi pusat tata surya tersebut selama tujuh tahun. Parker Solar Probe akan menggunakan daya gravitasi dari Venus untuk terbang mendekati matahari dalam setiap orbitnya sambil meningkatkan kecepatannya. Pada saat wahana ini mencapai orbit finalnya, Parker Solar Probe akan mengorbit matahari secara dekat dengan kecepatan 692 Kilometer per jam.   

Wahana antariksa Parker mampu menahan sengatan suhu panas ekstrem matahari, berkat pelindung panas yang terbuat dari busa serta lempeng komposit karbon. Sejumlah instrumennya menggunakan logam alloy tahan panas ekstrem dan sistem pendingin efektif yang dapat membuat instrumen, mekanisme, dan program tetap dingin serta berfungsi.

NASA akan meluncurkan Parker melalui roket United Launch Alliance Delta IV Heavy dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 11 Agustus pukul 03:33 waktu setempat. Demikian dilansir Antara dari engadget.com

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Seandainya kondisi cuaca dan semua rencana berjalan lancar, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan meluncurkan sebuah wahana antariksa ke matahari.

Wahana antariksa bernama The Parker Solar Probe akan mengorbit dan memantau pusat tata surya itu dari jarak dekat yang belum pernah dicapai wahana antariksa sebelumnya. Wahana antariksa tersebut dibuat untuk dapat menahan suhu panas ekstrem hingga 1.370 Celsius agar dapat mengumpulkan data serta gambar dari atmosfer matahari yang dikenal sebagai korona.

The Parker Solar Probe juga memiliki kecepatan hingga 692 Kilometer per jam, menjadikan wahana ini ebagai wahana luar angkasa tercepat buatan manusia. Kecepatan wahana ini mampu membuat waktu perjalanan antara Philadelphia dengan Washington DC hanya dalam hitungan detik.

NASA berencana menggunakan data tersebut untuk bagaimana mengantisipasi angin matahari yang dihasilkan dari korona. Umumnya angin matahari yang kuat dapat mengubah orbit satelit, mengganggu instrumennya dan bahkan memengaruhi sistem pembangkit listrik di Bumi. Jika manusia ingin mengeksplorasi antariksa lebih jauh pada waktu mendatang, manusia perlu meneliti terlebih dahulu bagaimana angin matahari dapat memengaruhi wahana antariksa.

Selain itu, perlu juga untuk mengamati lebih dekat matahari sebagai pusat tata surya terdekat dari Bumi sebelum meneliti lebih banyak mengenai pusat-pusat tata surya lainnya di alam semesta ini. Pada akhirnya, penelitian mengenai matahari bisa mengungkap asal usul kehidupan di Bumi, mengingat pusat tata surya tersebut merupakan sumber cahaya dan panas bagi planet biru.

Sebelum Parker Solar Probe bisa mengorbit di atas atmosfer matahari dengan jarak 3,83 juta mil, wahana itu terlebih dahulu akan mengelilingi pusat tata surya tersebut selama tujuh tahun. Parker Solar Probe akan menggunakan daya gravitasi dari Venus untuk terbang mendekati matahari dalam setiap orbitnya sambil meningkatkan kecepatannya. Pada saat wahana ini mencapai orbit finalnya, Parker Solar Probe akan mengorbit matahari secara dekat dengan kecepatan 692 Kilometer per jam.   

Wahana antariksa Parker mampu menahan sengatan suhu panas ekstrem matahari, berkat pelindung panas yang terbuat dari busa serta lempeng komposit karbon. Sejumlah instrumennya menggunakan logam alloy tahan panas ekstrem dan sistem pendingin efektif yang dapat membuat instrumen, mekanisme, dan program tetap dingin serta berfungsi.

NASA akan meluncurkan Parker melalui roket United Launch Alliance Delta IV Heavy dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 11 Agustus pukul 03:33 waktu setempat. Demikian dilansir Antara dari engadget.com

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com