Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah Jumat sore melemah menjadi Rp14.473

Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:46 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (10/8) sore bergerak melemah sebesar 41 poin menjadi Rp14.473 dibanding sebelumnya Rp14.432 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS seiring antisipasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat.

"Inflasi menjadi salah satu sinyal bagi perekonomian AS ke depannya, kondisi itu membuat pelaku pasar cenderung mengakumulasi aset berdenominasi dolar AS," katanya.

Ia menambahkan data inflasi juga menjadi perhatian pasar karena dapat memberi sinyal bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.

Terkait sentimen politik, Lukman Leong menilai pelaku pasar uang menanggapi netral sehingga depresiasi yang terjadi saat ini memfaktorkan sentimen eksternal. "Respon pasr masih netral seraya menunggu rancangan ekonomi dari masing-masing pasangan capres," katanya, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (10/8), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.437 dibanding sebelumnya (9/8) di posisi Rp14.422 per dolar AS.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (10/8) sore bergerak melemah sebesar 41 poin menjadi Rp14.473 dibanding sebelumnya Rp14.432 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS seiring antisipasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat.

"Inflasi menjadi salah satu sinyal bagi perekonomian AS ke depannya, kondisi itu membuat pelaku pasar cenderung mengakumulasi aset berdenominasi dolar AS," katanya.

Ia menambahkan data inflasi juga menjadi perhatian pasar karena dapat memberi sinyal bagi The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya.

Terkait sentimen politik, Lukman Leong menilai pelaku pasar uang menanggapi netral sehingga depresiasi yang terjadi saat ini memfaktorkan sentimen eksternal. "Respon pasr masih netral seraya menunggu rancangan ekonomi dari masing-masing pasangan capres," katanya, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (10/8), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.437 dibanding sebelumnya (9/8) di posisi Rp14.422 per dolar AS.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:28 WIB

Upah minimum provinsi naik 8,03 persen tahun 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Luhut: Meikarta tak pernah keluhkan masalah izin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com