Jumat, 14 Desember 2018 | 00:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BNPB: 75 persen permukiman Lombok Utara hancur

Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:37 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Dampak kerusakan gempa Lombok. Sumber foto: https://bit.ly/2LWaxwT
Dampak kerusakan gempa Lombok. Sumber foto: https://bit.ly/2LWaxwT

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hampir 75 persen permukiman di Kabupaten Lombok Utara hancur dan rusak akibat gempa.

"Dari hasil analisis citra satelit, terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Menurut Sutopo, kerusakan terparah terjadi di Lombok Utara karena paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan kekuatan VII Skala "Modified Mercalli Intensity" (MMI).

Pada skala tersebut, rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar tahan gempa tidak akan mampu menahan guncangan keras sehingga roboh.

Sutopo mengatakan data sementara kerusakan akibat gempa mencapai 67.875 unit rumah, 468 sekolah, enam jembatan, tiga rumah sakit, 10 puskesmas, 15 masjid, 50 unit mushola dan 20 unit perkantoran. "Kerugian dan kerusakan akibat gempa di Nusa Tenggara Barat dan Bali diperkirakan lebih dari Rp2 trilyun," katanya, seperti dikutip Antara

Kerugian dan kerusakan itu meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor. "BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi," ujarnya.

Gempa di Lombok Timur dengan kekuatan 7 magnitudo terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 kilometer dengan pusat gempa di darat 18 kilometer Barat Laut Lombok Timur.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di wilayah tersebut  berkekuatan 6,4 magnitudo pada Minggu (29/7) pukul 05.47 WIB.

Gempa-gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut, salah satunya pada Jumat pukul 03.33 WIB dengan kekuatan 4,8 magnitudo yang berpusat di darat 10 kilometer Barat Laut Lombok Timur pada kedalaman 10 kilometer.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hampir 75 persen permukiman di Kabupaten Lombok Utara hancur dan rusak akibat gempa.

"Dari hasil analisis citra satelit, terlihat kerusakan bangunan masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Menurut Sutopo, kerusakan terparah terjadi di Lombok Utara karena paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan kekuatan VII Skala "Modified Mercalli Intensity" (MMI).

Pada skala tersebut, rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar tahan gempa tidak akan mampu menahan guncangan keras sehingga roboh.

Sutopo mengatakan data sementara kerusakan akibat gempa mencapai 67.875 unit rumah, 468 sekolah, enam jembatan, tiga rumah sakit, 10 puskesmas, 15 masjid, 50 unit mushola dan 20 unit perkantoran. "Kerugian dan kerusakan akibat gempa di Nusa Tenggara Barat dan Bali diperkirakan lebih dari Rp2 trilyun," katanya, seperti dikutip Antara

Kerugian dan kerusakan itu meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor. "BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi," ujarnya.

Gempa di Lombok Timur dengan kekuatan 7 magnitudo terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 kilometer dengan pusat gempa di darat 18 kilometer Barat Laut Lombok Timur.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di wilayah tersebut  berkekuatan 6,4 magnitudo pada Minggu (29/7) pukul 05.47 WIB.

Gempa-gempa susulan masih terus terjadi di wilayah tersebut, salah satunya pada Jumat pukul 03.33 WIB dengan kekuatan 4,8 magnitudo yang berpusat di darat 10 kilometer Barat Laut Lombok Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com