BNPB: Jumlah korban gempa Lombok 321 orang
Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:49 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2M6UwAg

Elshinta.com -  Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 321 orang.

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Sutopo mengatakan 321 korban meninggal dunia tersebut sudah diverifikasi. Sedangkan laporan-laporan tambahan mengenai jumlah korban meninggal juga masih terus diverifikasi. "Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Sutopo mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, kemudian Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (tujuh), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Mengutip dari Antara, jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan terus bertambah karena belum semua terdata dengan baik. "Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menye...
Kamis, 18 April 2019 - 07:33 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Aceh dan sekitarny...
Rabu, 17 April 2019 - 07:43 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 kembali mengguncang Kabupaten Kaimana,...
Rabu, 17 April 2019 - 05:51 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Kaimana, Provinsi Pap...
Senin, 15 April 2019 - 06:10 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi sejumlah kerusa...
Minggu, 14 April 2019 - 06:30 WIB
Elshinta.com - Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan P...
Minggu, 14 April 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Banjir akibat hujan deras di wilayah utara Pamekasan, Jawa Timur dalam satu...
Sabtu, 13 April 2019 - 06:20 WIB
Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo (M) 6,9 yang terjadi di Banggai Kepulauan, Sulawesi ...
Jumat, 12 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 86 kepala keluarga dengan 258 jiwa yang tinggal di dua gampong (desa) d...
Jumat, 12 April 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini ts...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)