Sabtu, 20 Oktober 2018 | 05:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

BNPB: Jumlah korban gempa Lombok 321 orang

Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:49 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2M6UwAg
Korban gempa bumi beristirahat di tenda darurat pengungsi, Desa Sajang, Lombok Timur, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2M6UwAg

Elshinta.com -  Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 321 orang.

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Sutopo mengatakan 321 korban meninggal dunia tersebut sudah diverifikasi. Sedangkan laporan-laporan tambahan mengenai jumlah korban meninggal juga masih terus diverifikasi. "Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Sutopo mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, kemudian Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (tujuh), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Mengutip dari Antara, jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan terus bertambah karena belum semua terdata dengan baik. "Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

Elshinta.com -  Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi 321 orang.

"Jumlah korban akibat gempa terus bergerak naik. Korban yang sebelumnya belum dilaporkan dan korban yang berhasil dievakuasi menambah jumlah korban," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Sutopo mengatakan 321 korban meninggal dunia tersebut sudah diverifikasi. Sedangkan laporan-laporan tambahan mengenai jumlah korban meninggal juga masih terus diverifikasi. "Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, tetapi masih perlu diverifikasi," jelasnya.

Sutopo mengatakan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu mencapai 273 orang, kemudian Kabupaten Lombok Barat (26), Kabupaten Lombok Timur (11), Kota Mataram (tujuh), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

Mengutip dari Antara, jumlah pengungsi akibat gempa mencapai 270.168 orang yang tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan terus bertambah karena belum semua terdata dengan baik. "Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil," katanya.

Untuk memberikan bantuan kepada pengungsi di wilayah tersebut, sejak Kamis (9/8) penyaluran bantuan sudah menggunakan tiga helikopter dari BNPB dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Bantuan dari darat terus disalurkan. Bahkan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak yang didirikan untuk melayani pengungsi," jelasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Jumat, 19 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Polisi tembak pembobol toko di Tangerang Selatan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com