TGB sebut yang mempolitisasi gempa cacat iman
Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:35 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NM86uk

Elshinta.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, menyebut pihak-pihak yang melakukan politisasi terhadap bencana alam gempa Bumi di Pulau Lombok sebagai pihak yang cacat iman.

"Enggak usahlah, gempa itu (isu) kemanusiaan, enggak usah dipolitisasi," kata Majdi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8).

Ia hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa di NTB.

Menurut dia, mereka yang tega mengaitkan isu gempa dengan pilihan politik dia menunjukkan tingkat kecacatan keimanan. "Ya Allah, enggaklah. Itu menurut saya cara pandang itu menunjukkan catat dalam keimanan," katanya. Ia menambahkan, semua takdir baik ataupun buruk sudah menjadi ketetapan Allah.

"Karena semua takdir baik atau buruk itu ketetapan Allah. Jadi repot juga kalau mengukur bahwa suatu musibah itu tanda Allah marah," katanya, seperti dikutip Antara.

Pada saat Rasulullah SAW berdakwah, kata Majdi, mencontohkan, kemudian Rasulullah SAW mendapatkan perlakuan buruk dari mulai dilempari batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh, menjadi cermin bahwa segala sesuatu yang baik tidak selamanya mudah untuk diperjuangkan.

"Bukan berarti dakwahnya tidak baik, kan begitu. Artinya semua fenomena alam itu ada penjelasan ilmiahnya dan penjelasan keimanannya itu adalah takdir dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, ya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar, dan semakin mendekat pada Allah," katanya.

Dalam beberapa waktu terakhir sempat beredar informasi yang menyebutkan gempa Lombok terjadi sebagai semacam azab dari Tuhan kepada masyarakat NTB karena pemimpinnya mengalihkan dukungan kepada Jokowi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 18 Desember 2018 - 06:32 WIB
Elshinta.com - Langkah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra yang me...
Senin, 17 Desember 2018 - 07:33 WIB
Elshinta.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut tuduhan kadernya mela...
Minggu, 16 Desember 2018 - 13:12 WIB
Elshinta.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklarifikasi video pelaku p...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:39 WIB
Elshinta.com - PDI Perjuangan menyanggah tuduhan kadernya melakukan pengrusakan baliho dan...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harim...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Indonesia menyatakan telah menangkap seorang terduga perusak atr...
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:09 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berjalan kaki menyisiri...
Jumat, 14 Desember 2018 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Elektabilitas PDI Perjuangan menempati posisi pertama dari hasil survei yang dil...
Jumat, 14 Desember 2018 - 19:28 WIB
Elshinta.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyedot perhatian publik karena gebrakan dan...
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:23 WIB
Elshinta.com - Ketua umum PB Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Datuk Seri Syams...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)