Jumat, 14 Desember 2018 | 00:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

TGB sebut yang mempolitisasi gempa cacat iman

Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NM86uk
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NM86uk

Elshinta.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, menyebut pihak-pihak yang melakukan politisasi terhadap bencana alam gempa Bumi di Pulau Lombok sebagai pihak yang cacat iman.

"Enggak usahlah, gempa itu (isu) kemanusiaan, enggak usah dipolitisasi," kata Majdi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8).

Ia hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa di NTB.

Menurut dia, mereka yang tega mengaitkan isu gempa dengan pilihan politik dia menunjukkan tingkat kecacatan keimanan. "Ya Allah, enggaklah. Itu menurut saya cara pandang itu menunjukkan catat dalam keimanan," katanya. Ia menambahkan, semua takdir baik ataupun buruk sudah menjadi ketetapan Allah.

"Karena semua takdir baik atau buruk itu ketetapan Allah. Jadi repot juga kalau mengukur bahwa suatu musibah itu tanda Allah marah," katanya, seperti dikutip Antara.

Pada saat Rasulullah SAW berdakwah, kata Majdi, mencontohkan, kemudian Rasulullah SAW mendapatkan perlakuan buruk dari mulai dilempari batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh, menjadi cermin bahwa segala sesuatu yang baik tidak selamanya mudah untuk diperjuangkan.

"Bukan berarti dakwahnya tidak baik, kan begitu. Artinya semua fenomena alam itu ada penjelasan ilmiahnya dan penjelasan keimanannya itu adalah takdir dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, ya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar, dan semakin mendekat pada Allah," katanya.

Dalam beberapa waktu terakhir sempat beredar informasi yang menyebutkan gempa Lombok terjadi sebagai semacam azab dari Tuhan kepada masyarakat NTB karena pemimpinnya mengalihkan dukungan kepada Jokowi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi, menyebut pihak-pihak yang melakukan politisasi terhadap bencana alam gempa Bumi di Pulau Lombok sebagai pihak yang cacat iman.

"Enggak usahlah, gempa itu (isu) kemanusiaan, enggak usah dipolitisasi," kata Majdi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8).

Ia hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa di NTB.

Menurut dia, mereka yang tega mengaitkan isu gempa dengan pilihan politik dia menunjukkan tingkat kecacatan keimanan. "Ya Allah, enggaklah. Itu menurut saya cara pandang itu menunjukkan catat dalam keimanan," katanya. Ia menambahkan, semua takdir baik ataupun buruk sudah menjadi ketetapan Allah.

"Karena semua takdir baik atau buruk itu ketetapan Allah. Jadi repot juga kalau mengukur bahwa suatu musibah itu tanda Allah marah," katanya, seperti dikutip Antara.

Pada saat Rasulullah SAW berdakwah, kata Majdi, mencontohkan, kemudian Rasulullah SAW mendapatkan perlakuan buruk dari mulai dilempari batu lalu luka-luka, diusir, bahkan mau dibunuh, menjadi cermin bahwa segala sesuatu yang baik tidak selamanya mudah untuk diperjuangkan.

"Bukan berarti dakwahnya tidak baik, kan begitu. Artinya semua fenomena alam itu ada penjelasan ilmiahnya dan penjelasan keimanannya itu adalah takdir dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, ya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk memperbanyak syukur, memperbanyak sabar, dan semakin mendekat pada Allah," katanya.

Dalam beberapa waktu terakhir sempat beredar informasi yang menyebutkan gempa Lombok terjadi sebagai semacam azab dari Tuhan kepada masyarakat NTB karena pemimpinnya mengalihkan dukungan kepada Jokowi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com