Sabtu, 20 Oktober 2018 | 06:00 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Massa Aliansi Buruh Indonesia tolak long march KSPI

Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:05 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa/Elshinta.
Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Puluhan massa dari Aliansi Buruh Indonesia melakukan aksi demo di perempatan jalan arah HI dan KPU, Jl. Jenderal Sudirman, Kebon Melati. Mereka menolak aksi Long March dari massa KSPI. Menurut Bang Doni, koordinator buruh, dirinya sangat menolak politisasi buruh. "Tidak semestinya buruh yang berjuang murni untuk kepentingan pekerja, keluar rel dengan melakukan dukungan terhadap salah satu capres," ujarnya.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.30 wib itu sempat mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian dan kemudian dibubarkan karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan dengan pendukung Prabowo yang saat itu mengantarkan dukungannya ke kantor KPU.

Dalam aksi tersebut dibentangkan spanduk besar bertuliskan “Terima Kasih Jokowi Presiden-Ku” karena menilai bahwa tidak semua kebijakan Jokowi tidak baik untuk buruh, bahkan mereka menilai di era Jokowi ini terjadi perbaikan infrastruktur. Di hadapan massa, Doni terus meneriakkan orasinya dan mengajak agar buruh tolak politik praktis. "Apa yang dilakukan KSPI jelas bukan cerminan seluruh buruh Indonesia, dan bahkan tidak semua KSPI mendukung hal ini," tandasnya.

Sementara itu, terhitung 4 Mei 2018, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menayampaikan bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak lagi berafiliasi dengan organisasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dengan demikian, semua atribut PGRI baik berupa lambang, panji, pakaian, seragam, bendera, hymne dan mars dilarang digunakan dalam semua aktivitas KSPI. Keputusan keluar dari KSPI tersebut dikatakan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi sebagai bagian dari upaya PGRI untuk kembali ke marwah organisasi.

“Sesuai dengan Anggaran Dasar PGRI Bab IV Pasal 4 (1) PGRI bersifat independen dan non partisan. Tidak menjadi bagian dan tidak berafiliasi kepada partai politik,dan tidak berpolitik praktis,” papar Unifah, Selasa (7/8). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

Elshinta.com - Puluhan massa dari Aliansi Buruh Indonesia melakukan aksi demo di perempatan jalan arah HI dan KPU, Jl. Jenderal Sudirman, Kebon Melati. Mereka menolak aksi Long March dari massa KSPI. Menurut Bang Doni, koordinator buruh, dirinya sangat menolak politisasi buruh. "Tidak semestinya buruh yang berjuang murni untuk kepentingan pekerja, keluar rel dengan melakukan dukungan terhadap salah satu capres," ujarnya.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.30 wib itu sempat mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian dan kemudian dibubarkan karena dikhawatirkan akan terjadi bentrokan dengan pendukung Prabowo yang saat itu mengantarkan dukungannya ke kantor KPU.

Dalam aksi tersebut dibentangkan spanduk besar bertuliskan “Terima Kasih Jokowi Presiden-Ku” karena menilai bahwa tidak semua kebijakan Jokowi tidak baik untuk buruh, bahkan mereka menilai di era Jokowi ini terjadi perbaikan infrastruktur. Di hadapan massa, Doni terus meneriakkan orasinya dan mengajak agar buruh tolak politik praktis. "Apa yang dilakukan KSPI jelas bukan cerminan seluruh buruh Indonesia, dan bahkan tidak semua KSPI mendukung hal ini," tandasnya.

Sementara itu, terhitung 4 Mei 2018, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menayampaikan bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak lagi berafiliasi dengan organisasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dengan demikian, semua atribut PGRI baik berupa lambang, panji, pakaian, seragam, bendera, hymne dan mars dilarang digunakan dalam semua aktivitas KSPI. Keputusan keluar dari KSPI tersebut dikatakan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi sebagai bagian dari upaya PGRI untuk kembali ke marwah organisasi.

“Sesuai dengan Anggaran Dasar PGRI Bab IV Pasal 4 (1) PGRI bersifat independen dan non partisan. Tidak menjadi bagian dan tidak berafiliasi kepada partai politik,dan tidak berpolitik praktis,” papar Unifah, Selasa (7/8). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com