Senin, 22 Oktober 2018 | 07:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Menag: Santri bertanggung jawab jaga bangsa

Jumat, 10 Agustus 2018 - 19:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Radio Elshinta
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Radio Elshinta

Elshinta.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga, memelihara, dan merawat keindonesiaan.

"Ini bentuk pengakuan negara juga merupakan bentuk penyadaran lebih besar kaum santri untuk mampu menjaga dan merawat Tanah Air sebagai rumah kita bersama," kata dia pada peluncuran Hari Santri 2018 di Jakarta, Jumat (10/8).

Ia mengatakan Hari Santri harus dimaknai lewat dua sudut pandang, pertama sebagai pengakuan negara bahwa santri mempunyai sumbangsih yang besar dalam menjaga kedaulatan bangsa, dan kedua sebagai bentuk tanggung jawab untuk memelihara serta merawat Indonesia.

Menag Lukman mengatakan santri tidak hanya dimaknai sebagai lulusan pesantren, akan tetapi diperluas pengertiannya bahwa santri adalah umat Islam yang memiliki basis pengetahuan memadai dan memiliki pemikiran terbuka serta menyebarkan kedamaian, apalagi di tengah konteks kemajemukan.

Dia mengatakan ciri santri yang utama adalah mereka yang cinta pada Tanah Air. "Karena kita berislam maka lalu muncullah kesadaran bahwa tinggi cinta tanah air itu bagian dari keimanan kita," katanya, seperti dikutip Antara.

Sejak ditetapkannya Hari Santri pada 2015, Kementerian Agama setiap tahun memperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan. Tahun ini, Hari Santri mengambil tema "Bersama Santri Damailah Negeri" sebagai respons kondisi bangsa saat ini yang tengah menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

Rangkaian kegiatan Hari Santri yang akan digelar di empat kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Jambi, dan Bandung sebagai puncak acara pada 21 Oktober.

Rangkaian kegiatan, antara lain lomba desain meme, video iklan masyarakat tentang moderasi Islam, dan Video Lalaran Nadham Alfiyyah, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara dan Car Free Day Bershalawat bersama Nissa Sabyan di Jakarta.

Selain itu, pembacaan puisi, ajang pengembangan ekonomi dan bisnis di lingkungan pesantren, serta muktamar pemikiran santri Nusantara di Yogyakarta, dan perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Jambi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:33 WIB

PKB: Parpol harus dekat dengan rakyat

Elshinta.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga, memelihara, dan merawat keindonesiaan.

"Ini bentuk pengakuan negara juga merupakan bentuk penyadaran lebih besar kaum santri untuk mampu menjaga dan merawat Tanah Air sebagai rumah kita bersama," kata dia pada peluncuran Hari Santri 2018 di Jakarta, Jumat (10/8).

Ia mengatakan Hari Santri harus dimaknai lewat dua sudut pandang, pertama sebagai pengakuan negara bahwa santri mempunyai sumbangsih yang besar dalam menjaga kedaulatan bangsa, dan kedua sebagai bentuk tanggung jawab untuk memelihara serta merawat Indonesia.

Menag Lukman mengatakan santri tidak hanya dimaknai sebagai lulusan pesantren, akan tetapi diperluas pengertiannya bahwa santri adalah umat Islam yang memiliki basis pengetahuan memadai dan memiliki pemikiran terbuka serta menyebarkan kedamaian, apalagi di tengah konteks kemajemukan.

Dia mengatakan ciri santri yang utama adalah mereka yang cinta pada Tanah Air. "Karena kita berislam maka lalu muncullah kesadaran bahwa tinggi cinta tanah air itu bagian dari keimanan kita," katanya, seperti dikutip Antara.

Sejak ditetapkannya Hari Santri pada 2015, Kementerian Agama setiap tahun memperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan. Tahun ini, Hari Santri mengambil tema "Bersama Santri Damailah Negeri" sebagai respons kondisi bangsa saat ini yang tengah menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

Rangkaian kegiatan Hari Santri yang akan digelar di empat kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Jambi, dan Bandung sebagai puncak acara pada 21 Oktober.

Rangkaian kegiatan, antara lain lomba desain meme, video iklan masyarakat tentang moderasi Islam, dan Video Lalaran Nadham Alfiyyah, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara dan Car Free Day Bershalawat bersama Nissa Sabyan di Jakarta.

Selain itu, pembacaan puisi, ajang pengembangan ekonomi dan bisnis di lingkungan pesantren, serta muktamar pemikiran santri Nusantara di Yogyakarta, dan perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) di Jambi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:33 WIB

PKB: Parpol harus dekat dengan rakyat

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:22 WIB

Ma`ruf Amin silaturahim ke Ponpes Miftahul Huda

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com