Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Arcandra: Pengelolaan Blok Corridor dibahas September

Jumat, 10 Agustus 2018 - 21:34 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Sumber foto: https://bit.ly/2MgSpNP
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Sumber foto: https://bit.ly/2MgSpNP

Elshinta.com - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan kelanjutan pengelolaan Blok Corridor, Sumatera Selatan, yang akan habis kontrak dengan ConocoPhillpis pada Desember 2023, akan mulai dibahas pada September 2018.

"Blok-blok yang akan berakhir kontraknya pada 2023 itu, baru akan kami bahas bulan depan (September ). Jadi, saat ini belum ada pembahasan untuk Corridor," katanya di Jakarta, Jumat (10/8).

Arcandra menjelaskan Kementerian ESDM memang tengah melakukan pembahasan terkait pengelolaan sejumlah blok migas terminasi sejak April 2018.

Sesuai urutan, lanjutnya, untuk blok terminasi pada 2023, rencananya akan mulai dibahas September 2018. "Jadi, memang setiap bulan kami bahas ini (blok terminasi)," tuturnya, seperti dikutip Antara.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, pemerintah tidak lagi memberi prioritas kepada PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan blok terminasi.

Dengan terbitnya aturan tersebut, maka kontraktor eksisting akan mendapat kesempatan pertama untuk mendapat perpanjangan kontrak atas blok terminasi tersebut.

Jika Pertamina berminat mengelola blok terminasi, maka perusahaan pelat merah itu diharuskan mengajukan proposal untuk kemudian dinilai tim khusus.

Apabila tawaran Pertamina lebih menguntungkan seperti dari bonus tanda tangan atau komitmen kerja pasti, maka BUMN migas itu memiliki kesempatan dipilih menjadi pengelola blok terminasi. "Jadi (Pertamina) masukkan proposal dulu, sesuai Peraturan Menteri ESDM, baru kami nilai," jelasnya.

Pertamina kini tengah mencoba mendapatkan Blok Corridor yang tercatat sebagai penyumbang produksi gas ketiga terbesar di Indonesia, setelah berhasil mendapatkan hak kelola Blok Mahakam dan Rokan. Blok Mahakam memproduksi gas terbesar kedua di Indonesia, sementara Blok Rokan juga menjadi produsen minyak terbesar kedua di Indonesia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan kelanjutan pengelolaan Blok Corridor, Sumatera Selatan, yang akan habis kontrak dengan ConocoPhillpis pada Desember 2023, akan mulai dibahas pada September 2018.

"Blok-blok yang akan berakhir kontraknya pada 2023 itu, baru akan kami bahas bulan depan (September ). Jadi, saat ini belum ada pembahasan untuk Corridor," katanya di Jakarta, Jumat (10/8).

Arcandra menjelaskan Kementerian ESDM memang tengah melakukan pembahasan terkait pengelolaan sejumlah blok migas terminasi sejak April 2018.

Sesuai urutan, lanjutnya, untuk blok terminasi pada 2023, rencananya akan mulai dibahas September 2018. "Jadi, memang setiap bulan kami bahas ini (blok terminasi)," tuturnya, seperti dikutip Antara.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, pemerintah tidak lagi memberi prioritas kepada PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan blok terminasi.

Dengan terbitnya aturan tersebut, maka kontraktor eksisting akan mendapat kesempatan pertama untuk mendapat perpanjangan kontrak atas blok terminasi tersebut.

Jika Pertamina berminat mengelola blok terminasi, maka perusahaan pelat merah itu diharuskan mengajukan proposal untuk kemudian dinilai tim khusus.

Apabila tawaran Pertamina lebih menguntungkan seperti dari bonus tanda tangan atau komitmen kerja pasti, maka BUMN migas itu memiliki kesempatan dipilih menjadi pengelola blok terminasi. "Jadi (Pertamina) masukkan proposal dulu, sesuai Peraturan Menteri ESDM, baru kami nilai," jelasnya.

Pertamina kini tengah mencoba mendapatkan Blok Corridor yang tercatat sebagai penyumbang produksi gas ketiga terbesar di Indonesia, setelah berhasil mendapatkan hak kelola Blok Mahakam dan Rokan. Blok Mahakam memproduksi gas terbesar kedua di Indonesia, sementara Blok Rokan juga menjadi produsen minyak terbesar kedua di Indonesia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Pemkab Aceh Barat hadiahkan Rp1 juta tiap santri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com