Polisi bekuk komplotan pelaku perampokan turis Singapura
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 07:23 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWTsOm

Elshinta.com - Personel Polresta Pekanbaru, Riau membekuk komplotan pelaku perampokan yang merampas harta serta menganiaya seorang turis warga negara asal Singapura. Dua pelaku ZC dan RB kini ditahan, sedangkan satu lainnya masih diburu.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial ZC dan RJ ditangkap pada Rabu (8/8), sementara satu orang lainnya masih diburu untuk kasus perampokan yang terjadi empat hari sebelum penangkapan, tepatnya pada Sabtu (4/8). Kedua pelaku ditangkap tim 807 yang merupakan tim khusus guna mengungkap kejahatan jalanan di Pekanbaru.

“Kedua tersangka melakukan perampokan terhadap seorang WN Singapura beberapa waktu lalu. Mereka juga merupakan residivis yang pernah dipenjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, sebagaimana dihimpun dari laman NTMC Polri yang dipantau di Jakarta, Sabtu (11/8) pagi.

Peristiwa perampokan dialami warga Singapura bernama Hamidah binti Abdullah (56) yang segera melapor ke petugas pasca kejadian. Dalam aksinya, mereka menggunakan modus seolah-olah kenal dengan calon korban. Selanjutnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban yang mayoritas perempuan tersebut untuk kemudian ditarik ke dalam mobil.

Lalu pelaku melucuti harta benda korban dan tidak sungkan untuk menganiaya korban yang sedari awal diincar dengan target wanita sendirian dan baru keluar dari mesin ATM atau penukaran uang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tersangka juga menjelaskan telah enam kali melakukan aksi dengan modus seperti itu.

“Barang bukti yang disita polisi dari tersangka berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi BM 1736 NT dan uang diduga hasil perampokan sebesar Rp900 ribu,” pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan pen...
Selasa, 23 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Direktur CV Vini Vidi Vici, Henry H Panjaitan berhasil diamankan personel g...
Minggu, 21 April 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 40 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan yang merupaka...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:28 WIB
Elshinta.com - Saeri Haryanto (75), warga Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Keb...
Jumat, 19 April 2019 - 15:22 WIB
Elshinta.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pemukulan Pengawas (PTPS) yang se...
Kamis, 18 April 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Dua orang diduga pemilih siluman atau oknum yang memanfaatkan formulir C6 orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara menangkap satu orang ...
Selasa, 16 April 2019 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memberika...
Senin, 15 April 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat, Sumatera Utara menggerebek lokasi tr...
Minggu, 14 April 2019 - 07:41 WIB
Elshinta.com - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)