Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi bekuk komplotan pelaku perampokan turis Singapura

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 07:23 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWTsOm
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2AWTsOm

Elshinta.com - Personel Polresta Pekanbaru, Riau membekuk komplotan pelaku perampokan yang merampas harta serta menganiaya seorang turis warga negara asal Singapura. Dua pelaku ZC dan RB kini ditahan, sedangkan satu lainnya masih diburu.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial ZC dan RJ ditangkap pada Rabu (8/8), sementara satu orang lainnya masih diburu untuk kasus perampokan yang terjadi empat hari sebelum penangkapan, tepatnya pada Sabtu (4/8). Kedua pelaku ditangkap tim 807 yang merupakan tim khusus guna mengungkap kejahatan jalanan di Pekanbaru.

“Kedua tersangka melakukan perampokan terhadap seorang WN Singapura beberapa waktu lalu. Mereka juga merupakan residivis yang pernah dipenjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, sebagaimana dihimpun dari laman NTMC Polri yang dipantau di Jakarta, Sabtu (11/8) pagi.

Peristiwa perampokan dialami warga Singapura bernama Hamidah binti Abdullah (56) yang segera melapor ke petugas pasca kejadian. Dalam aksinya, mereka menggunakan modus seolah-olah kenal dengan calon korban. Selanjutnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban yang mayoritas perempuan tersebut untuk kemudian ditarik ke dalam mobil.

Lalu pelaku melucuti harta benda korban dan tidak sungkan untuk menganiaya korban yang sedari awal diincar dengan target wanita sendirian dan baru keluar dari mesin ATM atau penukaran uang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tersangka juga menjelaskan telah enam kali melakukan aksi dengan modus seperti itu.

“Barang bukti yang disita polisi dari tersangka berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi BM 1736 NT dan uang diduga hasil perampokan sebesar Rp900 ribu,” pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Personel Polresta Pekanbaru, Riau membekuk komplotan pelaku perampokan yang merampas harta serta menganiaya seorang turis warga negara asal Singapura. Dua pelaku ZC dan RB kini ditahan, sedangkan satu lainnya masih diburu.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial ZC dan RJ ditangkap pada Rabu (8/8), sementara satu orang lainnya masih diburu untuk kasus perampokan yang terjadi empat hari sebelum penangkapan, tepatnya pada Sabtu (4/8). Kedua pelaku ditangkap tim 807 yang merupakan tim khusus guna mengungkap kejahatan jalanan di Pekanbaru.

“Kedua tersangka melakukan perampokan terhadap seorang WN Singapura beberapa waktu lalu. Mereka juga merupakan residivis yang pernah dipenjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto, sebagaimana dihimpun dari laman NTMC Polri yang dipantau di Jakarta, Sabtu (11/8) pagi.

Peristiwa perampokan dialami warga Singapura bernama Hamidah binti Abdullah (56) yang segera melapor ke petugas pasca kejadian. Dalam aksinya, mereka menggunakan modus seolah-olah kenal dengan calon korban. Selanjutnya mereka berusaha mengalihkan perhatian korban yang mayoritas perempuan tersebut untuk kemudian ditarik ke dalam mobil.

Lalu pelaku melucuti harta benda korban dan tidak sungkan untuk menganiaya korban yang sedari awal diincar dengan target wanita sendirian dan baru keluar dari mesin ATM atau penukaran uang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tersangka juga menjelaskan telah enam kali melakukan aksi dengan modus seperti itu.

“Barang bukti yang disita polisi dari tersangka berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi BM 1736 NT dan uang diduga hasil perampokan sebesar Rp900 ribu,” pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com