Selasa, 11 Desember 2018 | 08:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Petugas akan berlakukan ganjil genap di Depok pada September

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 07:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7UfRL
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7UfRL

Elshinta.com - Guna meminimalisir kemacetan dijalan raya Kota Depok, Jawa Barat, uji coba pemberlakuan sistem ganjil dan genap akan dilakukan pada September 2018.

Rencana itu muncul setelah Dishub Depok berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek terkait masalah kemacetan lalu lintas di kota tersebut dan menyoal peralihan Terminal Depok Margonda ke Terminal Jatijajar.

“Jadi awalnya itu kita diskusi dengan BPTJ terkait peralihan Terminal Depok (Margonda) ke Terminal Jatijajar. Dalam diskusi itu ada beberapa hal yang disampaikan, salah satunya alternatif rekayasa lalin yakni ganjil genap disamping SSA (Sistem Satu Arah),” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana di Depok, Jumat (10/8).

Dadang menuturkan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad meminta perencanaan untuk memikirkan solusi kemacetan, khususnya di Sabtu dan Minggu sehingga direncanakan kebijakan ganjil genap pada saat akhir pekan. Kemudian, Dadang menerangkan untuk tahapan selanjutnya pihaknya akan melakukan pemetaan (ekspose) dengan wali kota dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Setelah tahapan itu dilakukan, kemudian kita akan ekspose juga dengan Polres dan BPTJ. Karena Jalan Margonda itu kewenangannya ada jalan kota, jalan nasional. Jadi Segmen satu itu, dari tugu jam sampai Ramanda jalan kota. Dari Ramanda sampai pertigaan Juanda jalan nasional, dan Jalan Juanda sampai akses UI jalana kota lagi. Maka BPTJ itu juga jadi kewenangan mereka,” terangnya, dikutip dari NTMC Polri.

Selanjutnya, Dadang menuturkan nantinya kebijakan ganjil genap akan dilakukan khusus pada jam pada hari Sabtu dan Minggu saja. Hal tersebut dikarenakan, berdasarkan catatan pihaknya, rasio kendaraan pada Sabtu-Minggu di kawasan Margonda mencapai 0,87 sampai 0,9 persen. Kondisi inilah yang membuat arus lalu lintas di jalan protokol itu kerap mengalami kemacetan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 07:26 WIB

Kemenlu pandang Islam Nusantara aset diplomasi Indonesia

Elshinta.com - Guna meminimalisir kemacetan dijalan raya Kota Depok, Jawa Barat, uji coba pemberlakuan sistem ganjil dan genap akan dilakukan pada September 2018.

Rencana itu muncul setelah Dishub Depok berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek terkait masalah kemacetan lalu lintas di kota tersebut dan menyoal peralihan Terminal Depok Margonda ke Terminal Jatijajar.

“Jadi awalnya itu kita diskusi dengan BPTJ terkait peralihan Terminal Depok (Margonda) ke Terminal Jatijajar. Dalam diskusi itu ada beberapa hal yang disampaikan, salah satunya alternatif rekayasa lalin yakni ganjil genap disamping SSA (Sistem Satu Arah),” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana di Depok, Jumat (10/8).

Dadang menuturkan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad meminta perencanaan untuk memikirkan solusi kemacetan, khususnya di Sabtu dan Minggu sehingga direncanakan kebijakan ganjil genap pada saat akhir pekan. Kemudian, Dadang menerangkan untuk tahapan selanjutnya pihaknya akan melakukan pemetaan (ekspose) dengan wali kota dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Setelah tahapan itu dilakukan, kemudian kita akan ekspose juga dengan Polres dan BPTJ. Karena Jalan Margonda itu kewenangannya ada jalan kota, jalan nasional. Jadi Segmen satu itu, dari tugu jam sampai Ramanda jalan kota. Dari Ramanda sampai pertigaan Juanda jalan nasional, dan Jalan Juanda sampai akses UI jalana kota lagi. Maka BPTJ itu juga jadi kewenangan mereka,” terangnya, dikutip dari NTMC Polri.

Selanjutnya, Dadang menuturkan nantinya kebijakan ganjil genap akan dilakukan khusus pada jam pada hari Sabtu dan Minggu saja. Hal tersebut dikarenakan, berdasarkan catatan pihaknya, rasio kendaraan pada Sabtu-Minggu di kawasan Margonda mencapai 0,87 sampai 0,9 persen. Kondisi inilah yang membuat arus lalu lintas di jalan protokol itu kerap mengalami kemacetan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com