Selasa, 11 Desember 2018 | 08:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Diteriaki maling, dua polisi gadungan dihajar massa

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 08:49 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7YCw9
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M7YCw9

Elshinta.com - SA (26) dan DI (26) yang berpura-pura menjadi anggota buru sergap (buser) babak belur dihakimi massa setelah diteriaki maling oleh calon korbannya, RA (21).

Aksi jalanan itu terjadi saat kedua tersangka membawa RA yang diketahui sebagai penjual obat keras jenis tramadol secara ilegal ke Kampung Tanjungsari, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi, Senin (6/8) lalu.

Mereka berdalih, RA akan dibawa ke kantor polisi karena pagi harinya terbukti menjual tramadol sebanyak 5 butir dengan harga Rp30 ribu. Sore harinya, sekira pukul 17.30 WIB mereka kembali mendatangi RA untuk membeli tramadol dalam jumlah besar. Saat RA mengeluarkan tramadol, mereka langsung menyergapnya.

Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan dari pengakuan RA, kedua polisi gadungan itu merampas HP miliknya yang dibawa menggunakan motor dengan dalih diproses di kantor polisi.

“Dalam perjalanan, korban curiga dengan gelagat keduanya. Ketika melintasi keramaian, korban spontan berteriak maling. Keduanya panik dan terjatuh,” ungkap Yudi, Jumat (10/8), sebagaimana dikutip NTMC Polri.

Massa yang mendengar teriakan langsung mendatangi mereka sehingga keduanya babak belur menerima bogem mentah warga.

Menurut Yudi, RA juga turut diamankan lantaran dari hasil pengembangan terbukti mengedarkan obat keras ilegal. “Kasus ini tengah diselidiki. Baik dua tersangka yang ngaku buser dan juga pengedar obat keras kita amankan,” tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - SA (26) dan DI (26) yang berpura-pura menjadi anggota buru sergap (buser) babak belur dihakimi massa setelah diteriaki maling oleh calon korbannya, RA (21).

Aksi jalanan itu terjadi saat kedua tersangka membawa RA yang diketahui sebagai penjual obat keras jenis tramadol secara ilegal ke Kampung Tanjungsari, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Sukabumi, Senin (6/8) lalu.

Mereka berdalih, RA akan dibawa ke kantor polisi karena pagi harinya terbukti menjual tramadol sebanyak 5 butir dengan harga Rp30 ribu. Sore harinya, sekira pukul 17.30 WIB mereka kembali mendatangi RA untuk membeli tramadol dalam jumlah besar. Saat RA mengeluarkan tramadol, mereka langsung menyergapnya.

Kapolsek Gunungguruh, Iptu Yudi Wahyudi menjelaskan dari pengakuan RA, kedua polisi gadungan itu merampas HP miliknya yang dibawa menggunakan motor dengan dalih diproses di kantor polisi.

“Dalam perjalanan, korban curiga dengan gelagat keduanya. Ketika melintasi keramaian, korban spontan berteriak maling. Keduanya panik dan terjatuh,” ungkap Yudi, Jumat (10/8), sebagaimana dikutip NTMC Polri.

Massa yang mendengar teriakan langsung mendatangi mereka sehingga keduanya babak belur menerima bogem mentah warga.

Menurut Yudi, RA juga turut diamankan lantaran dari hasil pengembangan terbukti mengedarkan obat keras ilegal. “Kasus ini tengah diselidiki. Baik dua tersangka yang ngaku buser dan juga pengedar obat keras kita amankan,” tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:56 WIB

Waspada hujan lebat satu minggu ke depan

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:36 WIB

PLN keluhkan ribuan kasus pencurian listrik di Jateng

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:27 WIB

BPBD sebut Kota Malang dilanda 197 kejadian bencana

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com