Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

32 orang ditangkap kasus prostitusi online Kalibata City

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 09:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MhZuO9
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MhZuO9

Elshinta.com - General Manager Apartemen Kalibata City, Ishak Lopung meralat pernyataan Polda Metro Jaya tentang temuan praktik bisnis prostitusi di apartemen itu yang dinilai tidak sebanyak yang disebut polisi.

Ishak menghitung lokasi penggerebekan selama ini dilakukan terhadap enam unit apartemen saja. Keenam unit itu tersebar di lima tower atau menara dan ini sesuai dengan pernyataan polisi sebelumnya.

Dia menegaskan, kebanyakan pelanggan langsung memesan lewat aplikasi percakapan seperti Wechat dan lainnya. Sementara, seorang petugas kebersihan di Apartemen Kalibata City menyatakan senada, bahwa praktik prostitusi ada di semua tower di Kalibata City, meskipun ada dua tower yang paling ramai dan sangat jelas dalam praktik tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi mengatakan telah menangkap 32 orang dalam kasus terbaru prostitusi Kalibata City. Dari jumlah itu, 17 adalah perempuan dan lima di antaranya anak-anak.

Kasus berawal dari penggerebekan di sebuah unit apartemen AH, Lantai 21 Tower Flamboyan pada 2 Agustus 2018. Saat itu tiga perempuan dan dua pelanggannya ditangkap sedang transaksi seks. Belakangan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, demikian laporan NTMC Polri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - General Manager Apartemen Kalibata City, Ishak Lopung meralat pernyataan Polda Metro Jaya tentang temuan praktik bisnis prostitusi di apartemen itu yang dinilai tidak sebanyak yang disebut polisi.

Ishak menghitung lokasi penggerebekan selama ini dilakukan terhadap enam unit apartemen saja. Keenam unit itu tersebar di lima tower atau menara dan ini sesuai dengan pernyataan polisi sebelumnya.

Dia menegaskan, kebanyakan pelanggan langsung memesan lewat aplikasi percakapan seperti Wechat dan lainnya. Sementara, seorang petugas kebersihan di Apartemen Kalibata City menyatakan senada, bahwa praktik prostitusi ada di semua tower di Kalibata City, meskipun ada dua tower yang paling ramai dan sangat jelas dalam praktik tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi mengatakan telah menangkap 32 orang dalam kasus terbaru prostitusi Kalibata City. Dari jumlah itu, 17 adalah perempuan dan lima di antaranya anak-anak.

Kasus berawal dari penggerebekan di sebuah unit apartemen AH, Lantai 21 Tower Flamboyan pada 2 Agustus 2018. Saat itu tiga perempuan dan dua pelanggannya ditangkap sedang transaksi seks. Belakangan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, demikian laporan NTMC Polri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:56 WIB

Polres Langkat ringkus pelaku jambret

Minggu, 21 Oktober 2018 - 15:23 WIB

Gubernur: IFRC dapat tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Minggu, 21 Oktober 2018 - 12:14 WIB

Polisi tangkap PRT buang bayi baru dilahirkan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com