PBB kutuk pengusiran paksa pengungsi Libya
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:25 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Kamp Tawergha di Libya. Sumber foto: https://bit.ly/2Opq9pE

Elshinta.com - Misi Pendukung PBB di Libya pada Jumat (10/8) mengutuk pengusiran warga Tawergha yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka (IDP) dari Ibu Kota Libya, Tripoli, oleh pria bersenjata.

"PBB di Libya dengan keras mengutuk pengusiran paksa keluarga Tawergha yang kehilangan tempat tinggal dari Kamp Tariq Al-Matar pada ini, sehingga mereka kehilangan tempat tinggal untuk kedua kali dalam tujuh tahun," kata misi tersebut di dalam satu pernyataan.

"Tindakan memasuki kamp IDP bersama saat orang sedang tidur, menghancurkan rumah dan memaksa orang untuk pergi, membuat mereka tak memiliki tempat tinggal melanggar martabat mereka dan hak mereka untuk memperoleh perlindungan berdasrkan Hukum Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia Internasional," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya Ghassan Salame.

Misi itu menyeru Pemerintah Libya agar menyediakan tempat berteduh dan perlindungan untuk IDP yang diusir, membebaskan mereka yang ditahan dengan semena-mena, dan menyeret orang yang diduga telah melakukan kejahatan ke pengadilan tanpa penundaan.

Perhimpunan Keluarga Syuhada, Orang Hilang, Tahanan dan Korban Twergha mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa 60 pria bersenjata dan 20 kendaraan dengan jenis berbeda melancarkan serangan bersenjata terhadap kamp Tariq Al-Matar. Di mana kelompok tersebut menyerang kamp dan memasukinya saat pagi hari, meneror keluarga, perempuan, anak-anak dan orang tua dengan melepaskan tembakan secara membabi-buta, secara kasar menggeledah seluruh kamp dan mencuri harta, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 02 Januari 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Sekelompok pria bersenjata membunuh 37 warga sipil Fulani pada Selasa (1/1)...
Rabu, 26 Desember 2018 - 10:17 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 19 orang telah ditangkap terkait pembunuhan dua wanita Skandinavia...
Minggu, 16 Desember 2018 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi menyampaikan bahwa nilai potensi pasa...
Senin, 10 Desember 2018 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Libya menghentikan produksi di ladang terbesar minyaknya sesudah sejumlah w...
Sabtu, 10 November 2018 - 12:17 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 23 orang tewas dan beberapa orang cedera pada Jumat (9/11), dala...
Minggu, 16 September 2018 - 07:37 WIB
Elshinta.com - Indonesia siap ambil bagian dalam upaya industrialisasi Tanzania untuk menj...
Selasa, 11 September 2018 - 21:27 WIB
Elshinta.com - Ketua Parlemen Nasional Tanzania Job Ndugai pada Senin (10/9) melarang pere...
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 11:38 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Libya, yang didukung PBB, pada Kamis (23/8) mengumumkan kondisi ...
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Misi Pendukung PBB di Libya pada Jumat (10/8) mengutuk pengusiran warga Taw...
Minggu, 15 Juli 2018 - 08:53 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Mesir pada Sabtu (14/7) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)