Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Afrika

PBB kutuk pengusiran paksa pengungsi Libya

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kamp Tawergha di Libya. Sumber foto: https://bit.ly/2Opq9pE
Kamp Tawergha di Libya. Sumber foto: https://bit.ly/2Opq9pE

Elshinta.com - Misi Pendukung PBB di Libya pada Jumat (10/8) mengutuk pengusiran warga Tawergha yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka (IDP) dari Ibu Kota Libya, Tripoli, oleh pria bersenjata.

"PBB di Libya dengan keras mengutuk pengusiran paksa keluarga Tawergha yang kehilangan tempat tinggal dari Kamp Tariq Al-Matar pada ini, sehingga mereka kehilangan tempat tinggal untuk kedua kali dalam tujuh tahun," kata misi tersebut di dalam satu pernyataan.

"Tindakan memasuki kamp IDP bersama saat orang sedang tidur, menghancurkan rumah dan memaksa orang untuk pergi, membuat mereka tak memiliki tempat tinggal melanggar martabat mereka dan hak mereka untuk memperoleh perlindungan berdasrkan Hukum Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia Internasional," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya Ghassan Salame.

Misi itu menyeru Pemerintah Libya agar menyediakan tempat berteduh dan perlindungan untuk IDP yang diusir, membebaskan mereka yang ditahan dengan semena-mena, dan menyeret orang yang diduga telah melakukan kejahatan ke pengadilan tanpa penundaan.

Perhimpunan Keluarga Syuhada, Orang Hilang, Tahanan dan Korban Twergha mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa 60 pria bersenjata dan 20 kendaraan dengan jenis berbeda melancarkan serangan bersenjata terhadap kamp Tariq Al-Matar. Di mana kelompok tersebut menyerang kamp dan memasukinya saat pagi hari, meneror keluarga, perempuan, anak-anak dan orang tua dengan melepaskan tembakan secara membabi-buta, secara kasar menggeledah seluruh kamp dan mencuri harta, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Misi Pendukung PBB di Libya pada Jumat (10/8) mengutuk pengusiran warga Tawergha yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka (IDP) dari Ibu Kota Libya, Tripoli, oleh pria bersenjata.

"PBB di Libya dengan keras mengutuk pengusiran paksa keluarga Tawergha yang kehilangan tempat tinggal dari Kamp Tariq Al-Matar pada ini, sehingga mereka kehilangan tempat tinggal untuk kedua kali dalam tujuh tahun," kata misi tersebut di dalam satu pernyataan.

"Tindakan memasuki kamp IDP bersama saat orang sedang tidur, menghancurkan rumah dan memaksa orang untuk pergi, membuat mereka tak memiliki tempat tinggal melanggar martabat mereka dan hak mereka untuk memperoleh perlindungan berdasrkan Hukum Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia Internasional," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya Ghassan Salame.

Misi itu menyeru Pemerintah Libya agar menyediakan tempat berteduh dan perlindungan untuk IDP yang diusir, membebaskan mereka yang ditahan dengan semena-mena, dan menyeret orang yang diduga telah melakukan kejahatan ke pengadilan tanpa penundaan.

Perhimpunan Keluarga Syuhada, Orang Hilang, Tahanan dan Korban Twergha mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa 60 pria bersenjata dan 20 kendaraan dengan jenis berbeda melancarkan serangan bersenjata terhadap kamp Tariq Al-Matar. Di mana kelompok tersebut menyerang kamp dan memasukinya saat pagi hari, meneror keluarga, perempuan, anak-anak dan orang tua dengan melepaskan tembakan secara membabi-buta, secara kasar menggeledah seluruh kamp dan mencuri harta, demikian Xinhua yang dilansir Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com