Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:22 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Pendidikan

Dispar: Pariwisata sektor terbesar kedua sumbang devisa

Sabtu, 11 Agustus 2018 - 10:37 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Kawasan wisata pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2P1lyev
Kawasan wisata pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2P1lyev

Elshinta.com - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Gorontalo, Nancy Lahay mengatakan objek wisata merupakan aset daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan karena sumbang devisa besar bagi Indonesia. 

"Pariwisata merupakan sektor urutan kedua sebagai penyumbang devisa terbesar di Indonesia," jelas Nancy dihadapan peserta "Siswa Mengenal Nusantara" (SMN), Jumat (10/8). 

Oleh sebab itu, kelestarian dari pariwisata suatu daerah tentunya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat setempat untuk tetap menjaganya agar tetap baik. Ditambah lagi, menjaga objek wisata akan banyak memberikan manfaat bagi kehidupan.

"Jika sudah terpelihara dengan baik maka akan ada banyak pengunjung yang datang untuk menikmati objek wisata di tempat kita, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan bagi daerah serta negara," pungkasnya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 16 Agustus 2018 - 19:10 WIB

Lima tips tidur nyenyak dan berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 18:55 WIB

Peringati HUT ke-73 RI, Pertamina aksi donor darah

Ekonomi | 16 Agustus 2018 - 18:49 WIB

DPR: Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sangat konservatif

Ekonomi | 16 Agustus 2018 - 18:36 WIB

Rupiah Kamis sore melemah jadi Rp14.603

Politik | 16 Agustus 2018 - 18:28 WIB

Pemuda Indonesia harapkan pemimpin bersih dan berbobot

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 18:17 WIB

APMIJ: Ijtima ulama II diharapkan perjuangkan hasil ijtima ulama I

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com